MERAHPUTIH| DENMARK-Penampilan impresif ditunjukkan oleh pebulutangkis asal Spanyol Carolina Marin. Pebulutangkis yang sempat berlatih di Indonesia ini melaju ke babak semifinal Denmark Open 2020, Jumat.
Marin melaju babak semifinal setelah mengalahkan single putri Amerika Serikat Beiwen Zhang di Odese Sport Park, 17-21, 21-17 dan 21-14.
Baca juga: Pj Gubernur Jatim Apresiasi Kejuaraan Piala Kajati 2024, 1.179 Atlet Siap Berlaga di Surabaya
Persaingan antara kedua pemain itu berjalan begitu ketat semenjak gim pertama. Marin yang merupakan ungggulan ketiga di turnamen ini dan Zhang saling mencuri poin sepanjang permainan. Bahkan tak jarang keduanya pun bergantian memimpin perolehan angka.
Marin yang sempat unggul di gim pertama mendapati sang lawan mengejar perolehan poin hingga menyamakan kedudukan menjadi imbang 15-15. Setelah itu, Sang wakil Spanyol mulai kehilangan kendali dan Zhang pun memenangi gim pertama dengan skor 21-17.
Baca juga: Gregoria Mariska Tunjung Persembahkan Medali Pertama untuk Indonesia di Olimpiade Paris 2024
Masuk di gim kedua, Marin tak ingin menyerah begitu saja. Perempuan berusia 27 tahun itu terus berjuang mencari celah untuk mencuri poin-poin dari lawannya sepanjang permainan. Usahanya pun berhasil menutup gim kedua dengan keunggulan empat poin atas Zhang.
Pada gim penentu, sepertinya Marin sudah bisa membaca pola permainan Zhang. Pukulan-pukulan dari lawannya itu bisa dihalau dengan baik dan berbuah poin. Pertandingan pun terasa mudah bagi Marin hingga akhirnya dia menutup laga malam itu dengan skor akhir 21-14.
Baca juga: Pj Gubernur Jatim Tutup Kejuaraan Bulu Tangkis Piala Gubernur Jawa Timur 2024
Dikutip dari laman BWF, Marin dan Zhang sudah pernah bertemu di lima turnamen sebelumnya di mana wakil AS itu selalu kalah. Terakhir kali keduanya bertemu pada ajang China Open 2019.
Selanjutnya pada babak semifinal Denmark Open 2020 yang akan digelar Sabtu (17/10) besok, Marin masih menunggu calon lawan yang akan ia hadapi, yaitu pemenang laga antara pebulu tangkis Jerman Yvonne Li dan Lianne Tan asal Belgia. (red)
Editor : Eko Yudiono