MERAHPUTIH | SURABAYA - Di usianya yang ke 69 tahun, tugas Humas Polri tidak semakin mudah, pasalnya, di era 4.0 tugas dan tantangan Humas Polri semakin berat.
Hal ini disampaikan Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Raden Argo Yuwono, yang juga disaksikan oleh seluruh humas Polda jajaran se Indonesia, khususnya humas Polda Jatim, yang juga mengikuti melalui zoom meeting, Senin (2/11/2020) di Gedung Press Conference Bidhumas Polda Jatim.
Baca juga: Polisi Tangkap Enam Pelaku Pembunuh Wartawan Demas Leira
"Artinya kita harus mensejajarkan perkembangan teknologi yang cepat dan harus menyesuaikan SDM (Sumber Daya Manusia) sehingga tugas kita bisa dipercaya masyarakat," tegas Irjen Pol Argo Yuwono dalam sambutannya.
Selain itu, Irjen Pol Argo Yuwono juga menyampaikan program prioritas dari Kapolri, di antaranya pemantapan manajemen media untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.
Baca juga: Polisi Amankan 182 Pendemo Tolak Omnibus Law di Surabaya
"Dengan perkembangan teknologi, Kapolri Bapak Idham Azis mengatakan ada program prioritas, di antaranya pemantapan manajemen bidang media. Itu tentu menjadi tantangan, kita sebagai staf juga harus bisa memberikan yang terbaik berkaitan dengan pemantapan manajemen media. Mengelolah media dengan baik, baik itu media sosial, maupun media mainstream, sehingga bisa menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif," paparnya.
Dijelaskan Argo, Humas itu hampir semuanya harus tau, apa yang dilakukan di lapangan, itu pasti tanyanya ke Humas itulah kedepan bagaimana kita bisa memanfaatkan teknologi sehingga kita bisa mendapatkan data yang cepat dan akurat.
Baca juga: Polda Jatim Bersama Komisi III DPR Bagikan Ribuan Masker dan Sembako
"Media harus menjadi informasi yang cepat akurat dan dipercaya. Jadi artinya kita harus bisa diandalkan," jelas Jenderal bintang dua itu.
Sementara, Polda Jatim juga merayakan perayaan yang sama, dipimpin oleh Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko dengan melakukan pemotongan tumpeng dan membagikan rompi kepada wartawan sebagai identitas, yang nantinya digunakan pada saat melakukan peliputan bersifat anarkis.(her)
Editor : Agiyo monseh F