MERAHPUTIH | SURABAYA - Sekitar 200 an Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia dijadwalkan akan mendarat di Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, sore ini Rabu (15/4). Mereka asal Jatim yang mudik lebih awal ke kampung halaman jelang bulan suci Ramadan dan Idul Fitri.
Untuk memastikan pemudik dari negara episentrum Covid-19 itu sehat sebelum pulang ke kampung halaman masing-masing, Pemprov Jatim telah menyiapkan serangkaian screening Rapid Test untuk pemudik itu. Screening akan dilakukan saat mereka mendarat.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
"Kita akan kedatangan sekitar 200 -an warga Jatim yang bekerja dan merantau di Malaysia, untuk data detailnya, termasuk berapa jumlah mahasiswanya, perantaunya maupun pekerja migrannya akan kita pastikan berdasarkan manivestnya sore nanti," terang Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Grahadi, Selasa (14/4) malam.
Khofifah menjelaskan, PMI yang akan masuk ke Jatim sore nanti, termasuk mereka sebanyak 78 orang PMI yang sudah tiba lebih dulu di Indonesia, lewat Medan. Selanjutnya, mereka akan tiba di Surabaya sore nanti setelah menjalani observasi di Medan, Sumatera Utara, selama 14 hari.
Baca juga: Wagub Emil Tegaskan Peran Strategis PMI dalam Fondasi Kesehatan Jatim
"Ke 78 warga Jatim dari Malaysia yang tiba lewat Medan ini telah menjalani observasi selama 14 hari di Medan, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Sumut yang telah memperlakukan warga Jatim dengan sangat baik. Pak Wagub Sumut bahkan telah menelpon Pak Wagub Emil, karenanya kami menyampaikan terimakasih banyak pada Pemprov Sumut," ungkap mantan Menteri Sosial RI ini.
Setelah tiba, sesuai protokol kesehatan mereka dites suhu tubuhnya juga diambil sampel darah guna dites cepat menggunakan Rapid Test untuk mendeteksi ada tidaknya infeksi virus SARS-CoV-2. Jika ada PMI yang menunjukkan gejala klinis Covid-19 meski hasil rapid test nya negatif, mereka akan segera dibawa tim kesehatan untuk diperiksa lebih lanjut. Juga PMI yang hasilnya positif dalam Rapid Test juga akan dilakukan penindakan lebih lanjut melalui Swab PCR.
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
Terkait pelaksanaan Rapid Test, Gubernur Khofifah menambahkan, jika sebelumnya banyak tenaga kesehatan dari Pemprov Jatim yang melaksanakan tes tersebut, untuk kali ini tim dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) akan lebih banyak terjun melakukan tes ke PMI.
"Sama halnya dengan yang baru saja kami selesai lakukan rapid test untuk 130 penumpang kapal dari Banjarmasin. Dimana, Pemprov support rapid testnya, tapi tenaga kesehatannya dari KKP. Ini adalah wujud kebersamaan dan kegotongroyongan untuk memberikan layanan yang lebih cepat dan lebih baik lagi dalam penanganan Covid-19," pungkasnya.(tji/red)
Editor : Tudji Martudji