Kerja Sama antara KBRI Kabul dan Tazkia Disaksikan JK

harianmerahputih.id
Wakil presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (dua dari kiri) menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Duta Besar RI di Kabul Arief Rahman dan Rektor Institut Agama Islam Tazkia Murniati Mukhlisin. ((ANTARA/HO))

MERAHPUTIH|JAKARTA-Penandatanganan perjanjian kerja sama antara Duta Besar RI di Kabul Arief Rahman dan Rektor Institut Agama Islam Tazkia Murniati Mukhlisin disaksikan oleh Wakil presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla.

Menurut keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Jumat malam, kerja sama yang difasilitasi oleh Kedutaan Besar RI di Afghanistan itu adalah program Hafizpreneur yang akan diikuti oleh lima mahasiswa Afghanistan di Tazkia. Hafizpreneur adalah program dengan target hafal 30 juz Al Qur'an dalam waktu empat tahun, demikian seperti dilansir ANTARA.

Baca juga: Naik 54 Persen, Investasi Sektor Manufaktur Lampaui Rp365 Triliun

Sebelumnya Juru Bicara Jusuf Kalla (JK), Husain Abdullah, mengatakan bahwa JK melakukan kunjungan ke Afghanistan sepanjang pekan ini untuk memenuhi undangan dari Presiden Afghanistan Ashraf Ghani.

 

Dalam pertemuannya dengan JK di Istana Kepresidenan Afghanistan pada Kamis (24/12), Ghani meminta agar Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu bersedia menjadi mediator perundingan pihaknya dengan kelompok Taliban.

Menurut Ghani, pengalaman JK dalam mendamaikan sejumlah konflik di Indonesia dapat juga diterapkan di Afganistan.

Baca juga: Jokowi Bicara di Major Economies Forum on Energy and Climate 2021

Menanggapi permintaan tersebut, JK menyatakan bersedia untuk menjadi mediator perundingan damai antara kubu Pemerintah dengan Taliban demi mengakhiri kekerasan yang terjadi di negara itu.

 

Dalam upaya perdamaian tersebut JK akan melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI), untuk meminta Taliban agar bersedia berdialog dengan pemerintah Afghanistan.

Baca juga: Jokowi: P4G Harus Dilakukan dengan Cara yang Luar Biasa

JK juga menyatakan akan berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia, mengingat program perdamaian ini merupakan gagasan dari pemerintah RI.

Turut ikut bersama JK dalam rombongan tersebut, antara lain Ketua Juru Runding Helsinki untuk Perdamaian Aceh Hamid Awaluddin, perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta perwakilan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. (red)

 

Editor : Eko Yudiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru