MERAHPUTIH|JAKARTA-Klub yang berafiliasi dengan POLRI, Bhayangkara Solo FC mengusulkan agar kompetisi Liga 1 digelar usai Lebaran yaitu pada Juni dan berakhir Desember 2021.
"Usulan dari kami, kompetisi musim 2020 dihentikan dan fokus ke kompetisi musim 2021 dengan format berbeda. Seperti usulan dari klub lainnya, musim 2021 digelar tanpa ada degradasi. Untuk waktu penyelenggaraan, baiknya setelah Lebaran, yakni Juni-Desember 2021," ujar COO BSFC Sumardji dikutip dari laman resmi klub di Jakarta, Sabtu, seperti dilansir ANTARA.
Baca juga: Marselino Absen di SEA Games 2025, Timnas U-22 Bergerak Cepat Siapkan Pengganti
Usulan Sumardji itu disampaikan saat melakukan rapat dengan PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang berlangsung secara virtual pada Jumat. Tujuan dari rapat digelar tersebut meminta masukan klub terkait nasib Liga 1.
Dalam pertemuan itu seluruh klub peserta menyatakan satu suara bahwa sebaiknya lanjutan kompetisi musim 2020 dihentikan. PT LIB kemudian merespon permintaan itu dan akan menyampaikan ke PSSI untuk kemudian diambil keputusan.
Menurut Sumardji, gelaran kompetisi selepas Lebaran dirasa ideal sebab pelatih, pemain, hingga manajemen klub memiliki waktu yang cukup dalam mempersiapkan diri. Ia pun berharap PSSI menyambut baik usulan penghentian kompetisi 2020.
Baca juga: Sambut Era Baru Sepak Bola Indonesia, PT LIB Perkenalkan Identitas Anyar: ILeague
"Kami, tentu, sangat keberatan jika tidak ada keputusan yang jelas (terkait kelanjutan kompetisi musim 2020). Jadi, dalam kesempatan ini kami ingin ada kepastian," kata dia.
Sementara itu, Direktur Operasional PT LIB Sudjarno menambahkan, pertemuan LIB dan klub belum membicarakan secara detail mengenai kapan dan bagaimana teknis Liga 1, Liga 2 musim 2021 akan berjalan.
Baca juga: Indonesia Tembus Putaran Empat: Satu-satunya Wakil Non-Arab di Jalur Terjal Piala Dunia 2026
Selain menunggu hasil rapat Exco PSSI, LIB juga masih menanti izin dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
"Harus ada izin lebih dahulu agar Liga 1 serta Liga 2 bisa digulirkan. Soal teknis dan lain-lain nanti dibicarakan, yang penting ada izin terlebih dahulu," kata Sudjarno.(red)
Editor : Eko Yudiono