Wakil Ketua Komisi XI DPR: BRI Harus Komitmen Salurkan Kredit UMKM

harianmerahputih.id
Ilustrasi -- Seorang pengunjung mengamati produk kerajinan UKM pada Pameran Hasil Produk Koperasi dan UMKM se-Indonesia. (ANTARA FOTO/Noveradika)

MERAHPUTIH|JAKARTA-Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan BTN harus tetap berkomitmen dalam meningkatkan layanan penyaluran kredit kepada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Harapan ini disampaikan Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Amir Uskara.

“BRI dan BTN berkomitmen untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya usaha kecil dan mikro, dalam memberikan dan menyalurkan kredit bagi usaha ekonomi kerakyatan, serta perluasan kredit perumahan Bank BTN bagi pelaku UMKM dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip kehati-hatian,” kata Amir dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu, demikian seperti dilansir ANTARA.

Baca juga: SKK Migas dukung kelancaran Pengeboran Eksplorasi Markisa-001

Menurut legislator tersebut, BRI dalam menggerakkan sektor riil akan berfokus pada pembiayaan UMKM yakni sektor pangan, kesehatan, dan infrastruktur padat karya.

"BTN akan fokus pada pembiayaan perumahan, konstruksi perumahan, dan industri turunan perumahan, serta perluasan kredit perumahan bagi pelaku UMKM dan pekerja mandiri," katanya.

 

Penempatan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) kepada himpunan bank-bank milik negara (Himbara) telah mulai digulirkan pemerintah pada tahun lalu.

Komisi XI DPR RI mendorong komitmen BRI dan BTN untuk meningkatkan kinerja keuangannya, sehingga bisa lebih kompetitif dalam memajukan perbankan nasional.

Baca juga: Kapolri Sidak ke Pasar Minggu, Cek Ketersediaan Minyak Goreng

Selain itu, Komisi XI DPR RI juga sepakat untuk menerima laporan kinerja keuangan tersebut sebagai bentuk pelaksanaan fungsi pengawasan.

 

Sementara itu Direktur Utama BRI Sunarso menjelaskan sebanyak total Rp45 triliun dana PEN telah disalurkan dalam 2 tahap dalam bentuk kredit kepada debitur.

Baca juga: Gubernur Maluku Murad Ismail Apresiasi Kinerja Disperindag

Pertama, BRI menerima Rp10 triliun deposito dengan jangka waktu 3 bulan, sehingga penyaluran bertotal Rp30 triliun. Tahap kedua, pemerintah menitipkan dana Rp5 triliun dalam jangka waktu sama, dengan demikian jumlah yang disalurkan oleh BRI menjadi Rp15 triliun.

“Penempatan dana sudah kami berikan dalam bentuk kredit tahap pertama, rentang waktu pemberian kredit adalah dana deposito yang kita terima pada 25 Juni, pada 25 September 2020 kami sudah menyalurkan Rp30 triliun. Selanjutnya pada tahap kedua, dana yang Rp15 triliun itu sudah berakhir masa berlakunya di tanggal 13 Januari 2021,” kata Sunarso.

Sedangkan Plt Direktur Utama Bank BTN Nixon L.P. Napitupulu menjelaskan, realisasi penyaluran kredit PEN yang telah teralisasi penyalurannya senilai Rp33,93 triliun. Rincian penyalurannya dilakukan kepada 108.000 debitur dengan 85 persen ditujukan bagi sektor perumahan. (red)

Editor : Eko Yudiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru