MERAHPUTIH|KULON PROGO-Sawah baru dicetak oleh Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.Per tahun rata-rata 50 hektare dari target 95 hektare karena keterbatasan anggaran, sementara alih fungsi lahan dalam Program Stategis Nasional di wilayah ini sangat tinggi.
"Cetak sawah baru adalah program strategis Pemkab Kulon Progo dalam rangka mempertahankan ketahanan pangan dan mengimbangi alih fungsi lahan pertanian Program Strategis Nasional (PSN)," kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Aris Nugraha di Kulon Progo, Kamis, demikian seperti dilansir ANTARA.
Baca juga: SKK Migas dukung kelancaran Pengeboran Eksplorasi Markisa-001
Ia mengatakan berdasarkan survei investigasi desain cetak sawah baru dengan potensi lebih dari 135,5 hektare pada 2020. Potensi lahan untuk cetak sawah baru sangat luas, hanya saja terkendala pada kemampuan anggaran daerah.
Potensi keseluruhan cetak sawah baru lebih dari 400 hektare yang ada di Samigaluh, Pengasih, Kalibawang, Samigaluh dan Sentolo. Namun kemampuan cetak sawah baru yang dibiayai APBD kabupaten sekitar 50 hektare per tahun.
Baca juga: Kapolri Sidak ke Pasar Minggu, Cek Ketersediaan Minyak Goreng
"Kulon Progo mendapat anggaran dari pemerintah pusat untuk cetak sawah baru terakhir pada 2015 seluas 50 hektare. Setelah itu, anggaran cetak sawah baru menggunakan APBD kabupaten. Kami menyadari cetak sawah baru menjadi program strategis Kulon Progo untuk mendukung ketahanan pangan," katanya.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kulon Progo Istana mengatakan Kulon Progo harus membuat peta potensi cetak sawah baru, dan sekaligus mencetak sumber air baru. Perencanaan program cetak sawah barus memang harus dipikirkan dan dimulai dari sekarang. Hal ini berkaitan dengan nasib ketahanan pangan Kulon Progo di masa yang ada datang.
Baca juga: Gubernur Maluku Murad Ismail Apresiasi Kinerja Disperindag
"Pelaksanaan cetak sawah baru tidak bisa ditunda. Namun pemkab perlu sumber mata air baru dengan memanfaatkan sumber air yang sudah ada, seperti Sungai Tinalah, Bendung Kayangan dan Sungai Serang. Cetak sawah baru tanpa membangun sumber air baru, sama saja sebatas rencana cetak sawah di atas kertas saja," kata Istana.(red)
Editor : Eko Yudiono