MERAHPUTIH|ITALIA-Tidak pernah menang dalam 17 laga, Parma membuat kejutan dengan mengalahkan tim kuat AS Roma, 2-0 di Stadion Ennio Tardini, Minggu malam.
Mengutip laman football-italia, kedua gol tuan rumah dilesakkan oleh Valentin Mihaila dan Hernani yang memasukkan bola dari tendangan penalti.
Baca juga: Marselino Absen di SEA Games 2025, Timnas U-22 Bergerak Cepat Siapkan Pengganti
Kedua tim tengah menghadapi krisis cedera pemain di mana Roma kehilangan Henrikh Mkhitaryan, Chris Smalling, Jordan Veretout, Juan Jesus dan Nicolò Zaniolo, sedangkan Parma mesti bermain tanpa Gervinho, Riccardo Gagliolo, Andreas Cornelius, Roberto Inglese, Simone Iacoponi, Lautaro Valenti dan Juraj Kucka, demikian seperti dilansir ANTARA.
Roma berpeluang mendapatkan penalti setelah Hernani melakukan tekel berbahaya kepada Lorenzo Pellegrini, namun wasit tak melihat pelanggaran itu sebagai penalti.
Alih-alih Parma menciptakan gol pertamanya ketika pemain asal Romania, Dennis Man berlari menyambut umpan panjang dari sektor kanan untuk dia teruskan kepada rekan senegaranya Valentin Mihaila yang sudah tak terkawal dan melepaskan tendangan dari jarak 12 yard.
Baca juga: Sambut Era Baru Sepak Bola Indonesia, PT LIB Perkenalkan Identitas Anyar: ILeague
Luigi Sepe sukses menghalau tendangan voli Stephan El Shaarawy dan tendangan penjuru Lorenzo Pellegrini, namun Giallorossi tetap kesulitan menciptakan peluang.
Ironisnya Parma yang justru nyaris mengubah kedudukan menjadi 2-0 pada awal babak kedua ketika pergerakan cepat Giuseppe Pezzella diakhiri dengan umpan silang ke arah Man namun pemain ini gagal memperdaya kiper AS Roma Pau Lopez.
Baca juga: Indonesia Tembus Putaran Empat: Satu-satunya Wakil Non-Arab di Jalur Terjal Piala Dunia 2026
Tendangan melengkung El Shaarawy hampir menyamakan kedudukan namun membentur kaki lawan sehingga menyamping dari gawang.
Parma kemudian melancarkan serangan balik yang memaksa Roger Ibanez menjatuhkan Graziano Pelle di kotak penalti. Hernani sukses menjadi algojo tendangan penalti dengan memperdaya Pau Lopez yang bergerak ke arah yang salah.(red)
Editor : Eko Yudiono