Belitung Ekspor Ikan Kerapu 24 Ton ke Hong Kong

harianmerahputih.id
Sampel ekspor ikan kerapu hidup dari Belitung menuju Hong Kong (ANTARA/kasmono)

MERAHPUTIH|BANGKA-Ekspor ikan kerapu hidup dari Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menuju Hong Kong hingga Maret 2021 mencapai 24 ton. Catatan ini disampaikan Dinas Perikanan Kabupaten setempat.

"Sampai saat ini jumlah ekspor ikan kerapu hidup menuju Hong Kong mencapai 24 ton atau sebanyak empat kali pengiriman," kata Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Belitung, Firdaus Zamri di Tanjung Pandan, Rabu, seperti dilansir ANTARA.

Baca juga: SKK Migas dukung kelancaran Pengeboran Eksplorasi Markisa-001

Menurut dia, permintaan ekspor ikan kerapu hidup dari negara Hong Kong kembali meningkat setelah pandemi virus corona baru atau COVID-19.

Sebelumnya, lanjut Firdaus, ekspor kerapu hidup dari Belitung menuju Hong Kong sempat mengalami penurunan akibat karantina wilayah yang diterapkan Hong Kong dengan menutup sejumlah pasar dan restorannya.

"Saat ini kapal-kapal mereka sudah masuk kembali dan bisa singgah ke beberapa pelabuhan untuk mengangkut ikan kerapu kalau normal sebenarnya sudah normal cuma kemarin karena ada pandemi saja," ujarnya.

Dia berharap, dengan pulihnya kondisi tersebut dapat mendorong pendapatan para pembudidaya ikan kerapu di daerah itu.

Baca juga: Kapolri Sidak ke Pasar Minggu, Cek Ketersediaan Minyak Goreng

"Karena pasar utama kerapu Belitung salah satunya adalah Hong Kong maka ketika mereka kembali membuka diri kami siap dengan pengiriman karena untuk stok kerapu di pembudidaya saat ini masih banyak jumlahnya tidak ada kendala," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Belitung, Rekie Irawan mengatakan pengiriman kerapu hidup menuju Hong Kong kembali meningkat dibandingkan tahun lalu.

"Sekarang bisa dalam satu bulan sebanyak dua kali pengiriman dan mudahan-mudahan meningkat terus," ujarnya.

Baca juga: Gubernur Maluku Murad Ismail Apresiasi Kinerja Disperindag

Ia menyebutkan, sedangkan untuk harga sekarang cukup stabil berkisar antara Rp80 ribu sampai Rp110 ribu per kilogram.

"Untuk stok juga masih banyak di pembudidaya jumlah antara 50 ton sampai 100 ton masih ada karena banyak yang tidak terkirim akibat pandemi kemarin," katanya.(red)

Editor : Eko Yudiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru