Ini Capaian dan PR Khofifah-Emil

harianmerahputih.id
Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Eletianto Dardak berfoto bersama wartawan seusai acara diskusi Refleksi kepemimpinan gubernur dan wakil gubernur memimpin selama tiga tahun terakhir, Minggu (13/2)

MERAHPUTIH I SURABAYA - Tepat 13 Februari 2019 yang lalu, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak, dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur. Hari ini, bertepatan dengan tiga tahun masa kepemimpinan Khofifah-Emil. 

Kinerja apa saja yang dinilai berhasil dituntaskan oleh Khofifah-Emil dalam kurun waktu tiga tahun tersebut? 

Baca juga: DMI Jatim Gelar Masjid Award 2025: Dorong Masjid Kembangkan Fungsi Sosial hingga Pendidikan

Dari sektor peternakan, Jatim berhasil menduduki peringkat pertama secara nasional. Pada tahun 2020 lalu, populasi ternak sapi sebesar 4,8 juta ekor. Dan tahun 2021 lalu, sebesar 4,93 ekor, sedangkan tertinggi kedua hanya sebanyak 1,8 juta ekor. 

"Alhamdulillah sesungguhnya dari sisi peternakan misalnya, kita ini nomor satu dan tinggi sekali dari yang nomor dua. Artinya, kinerja dari peternakan di Jawa Timur ini kinerja semuanya semua pihak," ujarnya, Minggu (13/2/2022). 

Berikutnya dari sektor pertanian juga demikian. Pertanian di Jatim pada tahun 2020 tertinggi se-Indonesia, kemudian pada tahun 2021 per 31 Desember juga tertinggi se-Indonesia, yang mana nilainya hampir 10 juta ton gabah kering giling (GKG), produksi petani di Jawa Timur. 

"Jadi saya ingin menyampaikan bahwa ini adalah sinergi kinerja dari semua pihak," tegasnya. 

Kemudian dari sektor pendapatan. Pendapatan Jawa Timur di tahun 2021 secara prosentatif tertinggi diantara seluruh provinsi di Indonesia. "Kita melihat dan tentu berterima kasih, bahwa pendapatan Jawa Timur di tahun 2021 secara prosentatif tertinggi diantara seluruh Provinsi di Indonesia," imbuhnya. 

Lalu angka kemiskinan di Jatim juga mengalami penurunan sebanyak 313 ribu jiwa, atau setara dengan 30% penurunan kemiskinan secara nasional. Menurut Khofifah, tak lepas dari kinerja seluruh Bupati Walikota, Kepala Desa Lurah se Jawa Timur. 

"Saya rasa ini kerja keras kita semua, teman-teman media memberikan sosialisasi yang sangat luar biasa, dan Alhamdulillah kita di sangat banyak sektor mencapai titik kinerja yang cukup bagus. Teruslah semangat, Optimis Jatim Bangkit," pesannya. 

Meski demikian, masih ada sektor yang menjadi pekerjaan rumah bagi Khofifah-Emil di sisa dua tahun jabatan Gubernur dan Wagub Jatim. Yakni percepatan penerapan Perpres 80. 

"Yang dikejar tentu banyak, Perpres 80 itu salah satunya. Ada beberapa PR di Perpres 80 itu yang terkendala karena Covid-19 kemarin. Ini kan kita dilantik 13 Februari 2019, Februari 2020 sudah Covid, kita bisa bayangkan bahwa berbagai ikhtiar ikhtiar yang sudah kita programkan tentu kita berharap tetap akan bisa kita capai," harapnya.

Sementara, Ketua Panitia Pelaksana Diskusi sekaligus Ketua Pokja Wartawan Pemprov Jatim, Fiqih Arfani mengatakan, HPN menjadi momentum penting untuk merefleksikan peranan pers sebagai bagian dari pilar demokrasi bangsa. Di sisi lain, HPN juga menjadi momen yang tepat untuk terus memupuk semangat profesionalisme dan kredibilitas insan media. 

Baca juga: Gubernur Khofifah Pimpin Sholat Ghaib untuk Korban Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

“Hal ini seiring dengan semakin kuatnya tantangan disrupsi informasi bagi dunia jurnalistik,” katanya.

Pada saat bersamaan, lanjut dia, Peringatan HPN 2022 ini, Provinsi Jatim juga tengah menemui momentum penting dalam perjalanan pemerintahannya. Yakni, Refleksi kepemimpinan gubernur dan wakil gubernur memimpin selama tiga tahun terakhir.

Berbagai catatan keberhasilan dan dinamika yang menyertai perjalanan kepemimpinan Khofifah-Emil tak lepas dari perhatian media. Ikhtiar mewujudkan Nawa Bhakti Satya oleh Pemprov Jawa Timur, terekam dan tersebar ke publik melalui berbagai produk liputan jurnalistik.

“Kegiatan jurnalistik di lingkungan pemerintahan ini secara tidak langsung telah menciptakan relasi dan harmonisasi antara insan media bersama stakeholder Pemprov Jatim,” imbuh Fiqih.

Jurnalis dari LKBN Antara ini menambahkan, keberadaan pers diharapkan mampu memberi sumbangsih pada Pemprov Jatim dalam hal kebangkitan ekonomi. Khususnya, di tengah badai pandemi Covid-19 yang masih melanda hingga sekarang.

“Kami harap, dari diskusi yang kami gelar, terwujud harmonisasi di antara wartawan dengan pemerintah dengan semangat ‘Strong Partnership’ demi tercapainya ‘Optimis Jatim Bangkit’ di tahun 2022,” pungkasnya. 

Baca juga: DWP Surabaya Gelar Pelatihan Mewiru Jarit, Dorong Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan Ekonomi

Pada kesempatan yang sama, pakar Komunikasi Politik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Dr Suko Widodo menilai selama tiga tahun memimpin Jawa Timur (Jatim), Gubernur Khofifah Indar Parawansa memiliki gaya yang excellent. Hal ini dilihat dari konteks dinamika sosial, tidak ada konflik sosial yang besar. Demonstrasi relatif muncul karena isu dari Jakarta, bukan kebijakannya.

Menurut Suko, cara Khofifah hadir di tengah masyarakat, komunikasinya yang tegas dan argumentatif menjadikan dia sebagai sosok pemimpin yang dibutuhkan. Komunikasinya tidak mleyak-mleyok. Khofifah juga memiliki karakter pemimpin jalan tengah.

“Bu Khofifah cukup aspiratif saat menjadi pemimpin. Filsafatnya mikul duwur mendem jeru, selalu mendengar, sekecil apapun suara mendengar dan merefleksikannya,” ujar Dosen Fisip Unair ini.

Tak hanya itu, lanjutnya, Khofifah juga aspiratif, bergaya harmoni dengan manajemen yang dengan baik dengan cara adil. Seperti cara Islam, tidak mempermalukan orang, tidak menghina orang.

“Itu stylenya, jadi yang diterima publik seperti itu,” tegasnya. (red)

Editor : prass prasetyo

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru