MERAHPUTIH|SURABAYA - Ahmad Junaidi Abdilah (20) warga Sampang hanya bisa menunduk saat digelandang unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya. Dengan menggunakan masker pink dan baju orange bertulis Tahanan, Junaidi dipamerkan Polisi di hadapan wartawan.
Kepada petugas, pria yang indekos di Sawahan Gang III Surabaya ini mengaku, jika dirinya sakit hati lantaran korban tidak mau melayani sesuai dengan keputusan yang disepakati keduanya dalam sosial media Me chat.
Dalam me Chat tersebut, korban meminta uang sebesar Rp 800 Ribu untuk dua kali kencan, namun bisa di nego apabila pelaku sudah berada di apartement. "Saya kan nawar Rp 500 untuk dua kali main, lah katanya bisa kalau sudah di apartement. Saya langsung menuju apartement, " kata Junaidi, Kamis (23/4) saat pers realese di Polrestabes Surabaya.
Baca juga : Pembunuh Perempuan Penghuni Apartemen Puncak Surabaya Tertangkap
Perempuan Tewas di Apartemen Surabaya, Ditemukan Luka Sayat di Leher
Lebih nyaman baca berita pakai aplikasi android Download di sini
Setelah sepakat, pelaku pun menuju di apartement, sesampainya di kamar korban, pelaku dilayani oleh korban sebanyak satu kali. Saat Junaidi meminta korban untuk melayani kedua kalinya, korban menolak dan menghina Junaidi.
"Lah saya hanya dilayani sekali pak, padahal sepakat jika dua kali hubungan intim bayar Rp 500. Ternyata hanya sekali. Malah saya di hina jika tak memiliki cukup uang nggak usah sewa dia (Korban, red), " tambah Junaidi.
Karena kesal, Junaidi pun membunuh Ika Puspita Sari (36) di Apartement Puncak Permai lantai 8 Tower A Darmo Permai, Surabaya dengan pisau dapur yang berada lokasi. "Karena di hina itu, saya membunuhnya dengan pisau dapur yang berada disana," kata Junaidi.
Diberitakan sebelumnya, Ahmad Junaidi diamankan Satreskrim Polrestabes Surabaya setelah membunuh wanita di Apartemen Puncak Permai Lantai 8 Surabaya pada Rabu (22/4) lalu. (Jim)
Editor : Lasiono