Umar Pemuda Inspitatif Penyandang Tunadaksa Untag Surabaya
MERAHPUTIH I SURABAYA - Umar Syaroni, M.Med.Kom., CPSP. dinobatkan sebagai Pemuda Inspirator Kampus Merah Putih Untag Surabaya pada Jum’at 28 Oktober 2022.
Ditengah berlangsungnya upacara Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-94. Praktisi humas dan protokoler pada almamaternya Untag ini dinilai menjadi sosok yang menginspirasi.
Umar adalah penyandang tunadaksa di bagian kedua tangannya. Meski mengalami keterbatasan, pria ramah senyum ini justru tak canggung berhadapan dengan banyak orang. Dia juga kadang melakukan tugas seperti orang kebanyakan.
Ketua YPTA Surabaya, J.Subekti, S.H., M.M menyatakan tujuan diberikannya penghargaan kepada Pemuda Inspirator, Kampus Merah Putih Untag Surabaya berharap dapat menjadi panutan dan inspirasi bagi pemuda-pemuda Indonesia .
“Itulah sebabnya kami memunculkan seorang pemuda bernama Umar dengan prestasi akademik dan preastasi kerja. Dengan harapan ini tidak hanya menjadi satu mercusuar Untag Surabaya, namun bisa menular ke seluruh Indonesia, khususnya menjadi bagi PTS di bahwa memotivasi seorang pemuda menjadi hal yang penting,” jelasnya (28/10/22).
Dikalungkannya selempang bertajuk “Pemuda Inspirator Kampus Merah Putih Untag Surabaya” kepada Umar juga merupakan bentuk inisiatif positif Untag Surabaya guna menjadi tonggak gagasan bagi para pemuda.
“Seluruh pemuda Indonesia itu harus punya semangat yang dimiliki oleh Umar, seorang difabel yang memiliki cita cita tinggi dan mengabdi pada bangsa dan negara. Dalam studinya itu menjadi inspirasi untuk para pemuda indonesia, kalau Umar bisa kenapa yang lain tidak bisa?,” kata Ketua YPTA Surabaya
Ketika ditemui pemuda segudang prestasi ini menjelaskan bahwasannya untuk mencapai semua itu membutuhkan sebuah motivasi diri yang tinggi.
“Saya tidak menyangka dapat penghargaan ini, jadi rasanya campur aduk. Terharu dan bangga bisa sampai di titik ini. Dulu saya mendapat diskriminasi di bidang pendidikan. Oleh karena itu saya terus berharap untuk bisa mencapai mimpi dan pencapaian setinggi-tingginya,” tutur Master Komunikasi Peraih Beasiswa LPDP tersebut
Dalam hal ini, diskriminasi bukan menjadi penyebab besar dan retaknya semangat juang pemuda untuk mencapai potensi dan tujuan hidup yang dicapai, khususnya untuk para penyandang disabilitas.
“Saya ditolak oleh beberapa sekolah dan universitas. Begitu juga saat mengikuti berbagai lomba dan kegiatan. Dari situ saya berharap dapat menyebarkan kesadaran bahwa para penyandang disabilitas juga memiliki kesempatan dan potensi yang sama,” ujarnya
Karena itu, perlunya dukungan lingkungan kampus ramah disabilitas menjadi poin utama. Untag Surabaya mulai menyesuaikan inftrastruktur yakni akses jalan yang menghubungkan antar gedung, timbul tombol lift, dan toilet yang dilengkapi dengan pegangan untuk mempermudah teman penyandang disabilitas. ((red)
Editor : prass prasetyo
Harian Merah Putih