Di Jatim: Positif Covid-19 Ada 785, Sembuh 140 dan Meninggal 88

Gubernur Jatim Khofifah memberikan keterangan update penanganan Covid-19 (Foto: HMP/Prasetyo)
Gubernur Jatim Khofifah memberikan keterangan update penanganan Covid-19 (Foto: HMP/Prasetyo)

MERAHPUTIH | SURABAYA - Update penanganan kasus Covid-19 di Jawa Timur, Minggu 26 April 2020. Datanya sebagai berikut, untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada 18.350 orang. Dan sebanyak 2.681 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan positif Covid-19 ada 785 orang.

Pasien positif 785 orang itu, rinciannya sebanyak 368 dari Surabaya, 28 Kabupaten Malang, 14 Kota Malang, 3 Kota Batu, 30 dari Magetan, 80 dari Sidoarjo, 25 Kabupaten Kediri, 9 Kota Kediri, 22 Gresik, 5 Kabupaten Blitar, 2 Kota Blitar, 17 Lumajang, 7 Jember, 12 Situbondo, 2 Bondowoso, 4 Banyuwangi. Dan, ada 7 dari Pamekasan, 18 Tulungagung, 7 Jombang, 10 Nganjuk, 4 Kabupaten Madiun, 9 Ponorogo, 2 Trenggalek, 32 Lamongan, 9 Bangkalan, 2 Pacitan, 8 Bojonegoro, 3 Tuban, 11 Kabupaten Pasuruan, 4 Kota Pasuruan, 17 Kabupaten Probolinggo, 5 Kota Probolinggo, 4 Sumenep, dan 6 Kabupaten Mojokerto.

“Hari ini, di Jatim ada tambahan 17 kasus baru. Total ada 785 orang positif Covid-19. Pasien sembuh tambah 2, menjadi 140 orang. Untuk pasien meninggal tambah 2, jadi 88 orang,” uria Gubernur Jatim Khofifah, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu (26/4) malam.

Sementara, 88 pasien yang meninggal, yakni 3 di Kabupaten Malang, 50 di Surabaya, 11 orang di Sidoarjo, 4 di Gresik, 5 di Lamongan, 4 di Kabupaten Kediri, 1 di Magetan, 1 Pamekasan, 1 Bojonegoro, 3 Lumajang, 1 Kota Pasuruan, 1 Banyuwangi, 1 Jember, 1 Kabupaten Blitar dan 1 Tuban.

Kemudian, ada 140 orang terkonfirmasi negatif atau sembuh. Rinciannya, 14 dari Malang, 1 Kota Batu, 72 dari Surabaya, 7 dari Sidoarjo, 4 dari Gresik, 5 Lamongan, 1 dari Kabupaten Blitar, 1 dari Kota Blitar, 8 dari Magetan, 2 dari Kabupaten Kediri, 2 Jember, 4 Kota Kediri, 6 Situbondo, 4 Tulungagung, 1 Trenggalek, 2 Kabupaten Madiun, 1 Lumajang, 1 Kota Probolinggo, 1 Ponorogo, 1 Bondowoso, 1 Bangkalan dan 1 Banyuwangi.

Gubernur Khofifah kembali mengingatkan agar semua pihak tetap meningkatkan kewaspadaan dan memaksimalkan pencegahan Covid-19. Agar dipatuhi himbauan megenakan masker, selalu menjaga jarak, tidak keluar rumah jika tidak urgent. Serta segera memeriksakan diri jika mendapati kesehatannya terganggu.

“Tetap menjaga jarak sosial, olah raga, tinggal di rumah dan keluar hanya kalau ada keperluan urgent, pola hidup bersih dan sehat, cuci tangan, menggunakan masker dan tidak mengundang atau datang ke keramaian," tegas Gubernur Khofifah. (*)

Editor : Tudji Martudji