KKN Untag Surabaya Dampingi Kanigoro dan Doko Menjadi Desa Mandiri
MERAHPUTIH I SURABAYA - Setelah hampir dua tahun Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di domisili masing-masing karena adanya pandemi Covid-19, kini Untag Surabaya kembali melaksanakan KKN secara luring yang langsung tersebar di empat wilayah.
Pada Rabu (4/1) lalu Untag Surabaya melepas 724 Patriot Mengabdi untuk melakukan KKN Reguler Tahun 2022/2023 di empat Kabupaten dengan tema 'One Village One Product'. Kamis (12/1), Untag Surabaya menggelar supervisi serentak di empat kabupaten yakni Kabupaten Madiun, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Lamongan.
Supervisi penilaian KKN di Kabupaten Blitar ini digelar secara expo di Pendopo Kanigoro Pemkab Blitar dan dihadiri oleh Asisten 1 Pemerintahan dan Kesra Tuti komaryati.
“Terima kasih kepada Untag Surabaya yang sudah bekerja sama dengan Kabupaten Blitar dan salah satunya menggerakkan Patriot-patriotnya untuk KKN di Kecamatan Kanigoro dan Doko. Semoga warga yang telah mendapatkan ilmu dari teman-teman KKN ini dapat diterapkan sehingga bisa membawa kemanfaatan bagi masyarakat,” ujarTuti.
Pada sambutannya, Aris mengatakan pemilihan tempat KKN di Kabupaten Blitar ini merupakan salah satu bentuk implementasi MOU dan ingin menjadikan Kabupaten Blitar menjadi Desa Mandiri.
“Setelah dua tahun lalu kami MoU dengan kabupaten Blitar dan KKN sekarang ini adalah salah satu bentuk implementasi kerja sama Untag Surabaya dengan Kabupaten Blitar pasca pandemi. Dengan adanya implementasi ini kami mendorong atau ikut berpartisipasi untuk suatu desa yang memiliki satu produk penciri,” ujar Aris.
Untuk menciptakan produk penciri khas dari Kanigoro tentu dilakukan berbagai upaya seperti pendampingan di UMKM itu mulai dari perencanaan, proses produksi, manajemen, kemasan hingga promosi dan legalitasnya.
“Harapannya setelah kembali dari wisata di kabupaten Blitar bisa membawa oleh-oleh khas desa tersebut,” ujar Aris.
Selama 12 hari sebanyak 373 Mahasiswa mengikuti KKN di Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar terbagi di sepuluh Desa yang terbagi sembilan kelompok di Kecamatan Kanigoro dan satu desa yang terbagi dua kelompok di Kecamatan Doko.
“KKN kita sebetulnya kalau dihitung bulan ini bisa tiga bulan karena memang bulan sebelumnya adalah proses persiapan, ada survei, diskusi dengan pemerintah desa tentang permasalahan di desa kemudian masalah itu kita diskusikan di kampus secara bersama kemudian muncul rencana program, lalu rencana program tersebut kami diskusikan lagi dengan pemerintah desa. Namun jika di dalam kenyataannya KKN di periode ini belum selesai, ini menjadi catatan buat kami, nanti ke depan di periode berikutnya harus dilanjutkan,” terang Aris.
Sementara itu, Koordinator lapangan KKN di Kabupaten Blitar, Eko Aprilianto, mengatakan kedua wilayah ini memiliki potensi dalam bidang perdagangan, pertanian dan menjadi pusat perekonomian daerah KKN ini menjadi awal berkegiatan dengan desa-desa yang ada di kecamatan Kanigoro supaya desa-desa yang lain memperoleh manfaat yang sama.
“Optimistis bahwa Kanigoro akan menjadi salah satu pusat ekonomi di Kabupaten Blitar. Sebab, terdapat banyak potensi yang bisa dikembangkan, seperti pertanian, perdagangan, dan pariwisata,” ujar Ari.(red)
Editor : prass prasetyo
Harian Merah Putih