Jamhadi : Bela Produk Lokal untuk Trigger Economi
MERAHPUTIH|SURABAYA - Dampak pandemi Virus Corona atau Covid-19 semakin berimbas di sektor ekonomi. Sementara Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini di level
2,0 persen saja.
Ketidakpastian ini akibat meluasnya penyebaran Covid-19 baik di dalam negeri maupun luar negeri. CEO Tata Bumi Raya, Dr.Ir.Jamhadi, MBA, menilai perlu kesetiaan kawan loyalitas salah satu cara agar perekonomian Indonesia bisa bertahan yaitu dengan cara semua lapisan masyarakat bahu membahu untuk penyangga sebagai recovery ekonomi.
”Langkah kecil yang bisa dilakukan siapa saja yaitu dengan patrioritas Bela dan Beli Produk lokal UMKM. Langkah ini sangat membantu masyarakat yang nantinya juga berimbas pada ketahanan ekonomi negara,”
jelasnya, Selasa (27/04).
Langkah lain yaitu, industri juga harus fokus memasok kebutuhan konsumsi dalam negeri. Termasuk makanan minuman (mamin) bisa menggunakan bahan baku lokal. “Di pasar digital, banyaknya unicorn di Indonesia turut mendukung digital economic termasuk delivery system.
Ini bagus sekali untuk diterapkan,” imbuh Jamhadi.
Menurut Jamhadi yang juga Ketua Dewan Pengawas PDIM (Perkumpulan Doktor Indonesia Maju) ini, Pemerintah harus mengambil berbagai langkah tepat. "Seperti sektor UMKM sudah menikmati delay payment
hingga enam bulan untuk perpajakan,” tandasnya.
Lebih dari itu, Jamhadi mengingatkan ada banyak stimulus ekonomi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) seperti BLT, pembebasan tarif
listrik, juga bisa menjadi trigger economi.
Ketum APVOKASI Jatim ini juga berharap pelaku usaha besar juga ikut ambil bagian lebih banyak dalam menjaga stabilitas lingkungan perekonomian. Momentum juga bagi perbankan memberlakukan interest rate yang reasonable sekitar tujuh persen hingga beberapa tahun ke depan,”
Sehingga, ekonomi ritel nyata ini akan bergerak,” saran Jamhadi.
Untuk business scale sector industry, sesuai catatanya, saat ekonomi normal dalam kelompok besar hanya 0,14 persen dimana skala menengah hanya 2,4 persen, sedangkan 97 persen lebih adalah skala UMKM.
Terkait wabah yang kemungkinan belumn juga usai, Jamhadi mengatakan sektor medis dan industri pertanian harus lebih digiatkan. Mengingat kedua hal ini menjadi penopang utama di saat pandemi.
”Perusahaan-perusahaan harus siapkan business plan jangka pendek menengah dan panjang. Agar mampu bertahan dan gairah lagi pasca pendemi nanti,” pungkas pria yang juga menjabat sebagai Ketua Yayasan
Kedaulatan Pangan Nusantara (YKPN) Jatim tersebut.(ton/ayn)
Editor : Ayun Rahmawati
Harian Merah Putih