Malas-Malasan hingga Sikut-sikutan
MERAHPUTIH| MALUKU- Pasca dipecatnya Murad Ismail dari Kursi Ketua DPD PDI-P Maluku oleh Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri beberapa waktu lalu , membawa dampak buruk terhadap kinerja dari Aparatur Sipil Negara(ASN) yang bekerja pada kantor Gubernur Maluku.
Satu per-satu kinerja Pemerintah Provinsi Maluku mulai dikritik oleh DPRD Provinsi Maluku dan Masyarakat. Dipecat-nya Murad Ismail yang juga Gubernur Maluku ini , membuat lobi- lobi kebijakan Pemprov ke DPRD(Politik) semakin lemah, apalagi kebijakan - kebijakan yang dianggap tidak-pro-ke masyarakat , DPRD Provinsi Maluku yang selama ini ‘diam’ karena menghormati dan menghargai Murad Ismail selaku Ketua DPD PDI-P Maluku secara terbuka mulai menyoroti kinerja Pemerintahan Murad-Orno.
Pantauan harianmerahputih.id di lapangan, kinerja dari ASN terlihat sepi dan santai-santai saja , tapi ada juga yang terlihat serius dengan pekerjaannya.
Untuk Pelayanan publik misalnya, pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) provinsi Maluku terlihat jelas pelayanan yang diberikan oleh petugas kepada tamu ASN yang sedang berproses surat/berkas dokumen terkait ASN itu sendiri. Begitupun dengan beberapa Organisasi Perangkat Daerah(OPD) lingkup Sekertariat Daerah(Setda) Kantor Gubernur Maluku yang melayani pelayanan publik tetap dilakukan , namun disisi lain nampak berbeda , ada ASN yang berkumpul sambil ngerumpi topik pembahasan di luar dari tugas pokok dan fungsi unit kerja mereka .
Menurut informasi dari sumber terpercaya dalam kantor Gubernur Maluku yang enggan namanya ditulis, kepada harianmerahputih.id, Rabu (28/6/2023) mengatakan sangat menyayangkan sikap dari beberapa ASN yang tidak profesional dalam bekerja , bahkan katanya , akibat dari lengsernya Murad Ismail dalam kedudukan berpolitik membuat para ASN banyak yang terpecah-belah , ada yang pro dan kontra terhadap orang nomor satu di Maluku ini.
"Yang lebih parah lagi mulai ada barisan sakit hati dan barisan cari muka (dialeg Ambon) alias asal bapak senan. Mereka mulai saling sikut-sikutan untuk menjatuhkan temannya sendiri demi kepentingan dan jabatan tertentu , mulai mencari-cari kesalahan,” tuturnya.
Ironis memang , akibat dari tidak ada yang bisa mengayomi para ASN dalam lingkup kantor ini, gubernur dan wakilnya jarang terlihat di kantor , begitu juga dengan masing masing kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sibuk dengan ‘urusan’nya , entah itu untuk kunker dengan pak gubernur atau urusan pribadi masing-masing.
"Berhembusnya isu - isu miring mulai bergentayangan pada beberapa oknum-oknum ASN yang bekerja dengan baik dan berprestasi. Deretan isu liar yang berhembus seakan-akan menyerang pribadi mereka demi kepentingan sebuah jabatan,” pungkasnya.
Apalagi terendus kabar sebelum Murad-Orno menyelesaikan masa jabatan selaku Gubernur dan Wakil gubernur Maluku masih ada isu pergantian beberapa kepala OPD/ dinas dan perombakan jabatan di bawahnya.(boy)
Editor : Eko Yudiono
Harian Merah Putih