Miris, Mereka Harus Antri Beli Gula Pasir

Antri beli gula pasir, meski harga tinggi (Foto: HMP/Daru)
Antri beli gula pasir, meski harga tinggi (Foto: HMP/Daru)

MERAHPUTIH | YOGYAKARTA - ‎Dinas Perdagangan dan PT Madukismo menggencarkan operasi pasar gula pasir di sejumlah wilayah di Kabupaten Bantul, harapannya harga gula pasir di pasaran yang melambung hingga Rp 17 ribu perkilogram itu bisa berangsur turun hingga Rp 12.500 sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Namun gelontoran operasi gula pasir ini belum juga mendorong harga gula di pasaran turun signifikan, seperti yang diharapkan. Buktinya, selain harus membeli dengan harga tinggi, untuk mendapatkan satu kilogram gula pasir masyarakat harus antri dengan berbaris. sungguh ironis.

Ketua Pansus II Covid-19, DPRD Bantul, Yogyakarta yang juga membidangi ekonomi, Wildan Nafis mengatakan dalam satu pekan terakhir PT Madukismo yang diberi mandat pemerintah pusat untuk mengolah raw suger menjadi gula pasir layak konsumsi. Menyebut di setiap operasi pasar, gula pasir yang disiapkan 2 ton untuk masyarakat. Dengan harapan harga gula di pasaran akan perlahan mengalami penurunan.

"Ratusan warga setiap digelar operasi pasar gula pasir mengantri ratusan dengan menjaga jarak. Meski ludes namun harga gular pasir di pasar-pasar dan warung-warung masih tinggi," katanya, Minggu (3/5).

Menurutnya harus ditempuh cara lain agar gula pasir harganya segera turun dan tidak menjadi beban masyarakat ditengah pandemi Covid-19. Seperti mendistribusikan gula pasir ke koperasi-koperasi dengan harga dibawah HET, kemudian koperasi menjual ke masyarakat dengan HET.

"Di Bantul ada ratusan koperasi yang siap menerima beras dan gula untuk dijual lagi kepada masyarakat dengan HET," ungkapnya.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Bantul menganggarkan Rp 15 miliar yang bisa digunakan untuk menstabilkan harga gula pasir di pasaran.

"Misalnya biasa distribusi kepada koperasi anggaran biaya pengangkutan ditanggung oleh Pemda sehingga harga gula sampai ke koperasi masih dibawah HET dan koperasi masih bisa mendapatkan laba dengan menjual harga gula pasir dengan HET," ucapnya.

Sementera Kepala Dinas Perdagangan Bantul, Sukrisna Dwi Susanta mengatakan kenaikan harga gula pasir di pasaran disebabkan karena gula pasir masih impor dan saat ini gula langka yang berdampak pada kenaikan harga.

Pemerintah pusat sendiri memberi tugas kepada PT Madukismo untuk mengolah raw gula sebanyak 10.000 ton untuk dipasarkan di wilayah DIY dan Jawa Tengah.

"Saat ini sudah mulai dilakukan operasi pasar gula pasir dan semoga harga terus mengalami penurunan," katanya. (hdw/tji)

 

 

Editor : Tudji Martudji