Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik Overload

Diagram yang menunjukkan kondisi rumah sakit rujukan covid-19 overload. ( foto : Nor/hmp)
Diagram yang menunjukkan kondisi rumah sakit rujukan covid-19 overload. ( foto : Nor/hmp)

MERAHPUTIH|SURABAYA - Banyaknya pasien Covid-19 di Surabaya, Gresik dan Sidoarjo, yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), mengakibatkan rumah sakit di tiga daerah tersebut kelebihan kapasitas.

Menurut catatan Pemprov Jatim, di Surabaya ada kelebihan 395 pasien, sedangkan di Sidoarjo 62 pasien dan Gresik 97 pasien. Sehingga Pemprov Jatim segera menyiapkan Puslitbang Humaniora Surabaya, sebagai rumah sakit darurat, dan rumah sakit infeksi di Airlangga untuk penambahan bed.

"Baik itu status PDP maupun yang sudah confirm tetapi kita juga menyiapkan disini rumah sakit darurat," kata Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak di gedung Grahadi, Minggu (3/5).

Ketua gugus tugas kuratif Covid-19 Jati dr. Joni Wahyuhadi menjelaskan, penggunaan Puslitbang Humaniora Surabaya atas persetujuan Kementerian Kesehatan.

"Itupun masih kurang kalau semuanya harus masuk rumah sakit. Oleh karenanya itu Kementerian Kesehatan menetapkan tidak semuanya orang dengan PDP maupun confirm itu harus masuk rumah sakit rujukan," kata dr. Joni.

Namun yang bisa dirawat di rumah sakit rujukan adalah pasien yang memenuhi syarat perawatan Covid-19. Dengan membludaknya pasien virus corona dan kekurangan bed di rumah sakit rujukan, maka tim gugus tugas percepatan penangangan mengimbau masyarakat untuk lebih disiplin menerapkan Physical Distancing.

Seperti diketahui, hingga Minggu (3/5) jumlah pasien positif Covid-19 di Jatim, ada penambahan cukup signifikan dibanding kemarin. Pada hari ini, ada penambahan 77 kasus baru sehingga totalnya menjadi 1.114 orang.

"Dengan ini ada total 1.114 akumulatif kasus positif Covid-19, di mana 820 statusnya masih dalam perawatan," ujar Wakil Gubernur Jatim, Emil Elistianto Dardak.

Adapun 77 tambahan kasus baru itu, daerah penyumbang terbanyak adalah Surabaya sebanyak 59 orang positif korona. Disusul delapan orang di Sidoarjo, tiga di Lamongan, dua orang masing-masing di Gresik, Magetan dan Probolinggo, serta satu orang tambahan di Tulungagung. Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih diawasi 1.593 dari jumlah total 3.319 pasien.

"Kemudian Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masih dipantau 5.368 dari total 19.910 orang," ujar Emil.

Sementara ada penambahan enam pasien sembuh, mereka berasal dari Gresik tiga orang, dua pasien di Pamekasan dan satu pasien di Lamongan.
"Alhamdulillah, hari ini ada enam yang sembuh sehingga totalnya mencapai 177 orang atau setara 15,89 persen," ujarnya

Emil juga menyampaikan kabar duka bahwa masih ada penambahan lima pasien meninggal dunia akibat Covid-19. Mereka diantaranya, empat pasien berasal dari Surabaya dan satu pasien di Sidoarjo.

"Kami juga berduka, empat meninggal di Surabaya dan satu di Sidoarjo," ucap suami Arumi Bachsin ini. (Las/bi1)

 

Editor : Lasiono