Reaktif Covid-19, Bidan dan ASN Pemkab Bantul Dilarikan ke RS Khusus
MERAHPUTIH | YOGYAKARTA - Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Yogyakarta menggelar Rapid Diagnostic Test (RDT) yang ditujukan kepada pelaku perjalanan dari zona merah Covid-19, orang yang melakukan kontak erat dengan pasien positif Covid-19 hingga orang tanpa gejala atau OTG.
Dari pendaftaran melalui aplikasi untu RDT pada Selasa (5/5) jumlah pendaftar mencapai 414 orang namun yang lolos verifikasi oleh sistem dalam aplikasi hanya 170 orang. Dinas Kesehatan Bantul sendiri menyiapkan 25 tenaga kesehatan yang akan membantu pelaksanaan RDT di halaman Dinas Kesehatan Bantul.
"Jadi dari RDT terhadap 170 orang tersebut temukan ada dua perserta yang reaktif RDT atau positif RDT,"kata Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Yogyakarta, Agus Budi Raharja, Selasa (5/5).
Menurutnya bagi yang reaktif RDT maka akan langsung di rujuk ke RS Lapangan COVID-19 untuk menjalani perawatan dan pengambilan swab untuk memastikan apakah tertular COVID-19 atau tidak.
"Untuk memastikan positif COVID-19 harus menjalani Polymerase Chain Reaction (PCR) tes," ujarnya.
Gus Bud panggilan akrab Agus Budi Raharja mengatakan bagi peserta RDT yang dinyatakan negatif maka harus mengulangi kembali RDT yang kedua dengan jarak satu pekan.
"Jadi peserta yang hari ini dinyatakan negatif RDT maka pekan depan akan menjalani RDT ke dua untuk memastikan negatif atau positif berdasarkan RDT," terangnya.
Lebih jauh Agus mengatakan dua peserta yang reaktif RDT merupakan seorang bidan dan seorang lagi adalah PNS yang sehari-hari bekerja di Dinas Komunikasi Informasi (Diskominfo) Pemkab Bantul.
"Jadi tahap berikutnya adalah ketika seorang PNS Diskominfo positif COVID-19 berdasarkan swab maka konsekuensinya seluruh pegawai di Diskominfo harus isolasi diri 14 hari dan ditindak lanjuti dengan rapid tes (RDT)," tuturnya.
Lebih lanjut Agus mengatakan pihaknya belum menanyakan lebih lanjut terkait riwayat dua peserta RDT yang reaktif karena kondisi dari dua peserta RDT yang dinyatakan reaktif masih dalam kondisi sock sehingga akan dilakukan penelusuran ketika sudah dalam kondisi tenang.
"Ya biar pikiran dan hatinya tenang dulu, nanti pasti akan ketemu dengan siapa pernah berkontak," terangnya. (hdw/tji)
Editor : Tudji Martudji
Harian Merah Putih