Pencanangan SUB PIN POLIO, Pj. Wali Kota Ali Kuncoro Berikan Tetesan Pertama

Penjabat (Pj.) Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro memberikan tetes polio dalam Pencanangan Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di SD Taruna Nusa Harapan, Senin (15/1).
Penjabat (Pj.) Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro memberikan tetes polio dalam Pencanangan Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di SD Taruna Nusa Harapan, Senin (15/1).

MERAHPUTIH I KOTA MOJOKERTO - Penjabat (Pj.) Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro, dan Pj. Ketua TP. PKK Nia Wayanti Ali Kuncoro secara resmi meluncurkan kegiatan Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di SD Taruna Nusa Harapan pada Senin (15/1). Kegiatan ini diinisiasi sebagai respons terhadap kejadian luar biasa terkait polio di Madura, yang kemudian menjadi dasar penerbitan Surat Edaran nomor IM.02.03/Menkes/1051/2023 oleh Menteri Kesehatan RI.

Ali Kuncoro menjelaskan bahwa Sub PIN Polio dilaksanakan di tiga provinsi, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. "Dikatakan sub karena tidak semua daerah melakukan imunisasi. Ada kejadian di Sampang dan Pamekasan sehingga ada tiga provinsi yang wajib melaksanakan, yaitu Jatim, Jateng, dan DIY," ungkapnya.

Pelaksanaan Sub PIN Polio di Kota Mojokerto direncanakan serentak selama seminggu di Puskesmas, Posyandu, dan sekolah-sekolah di seluruh kota. Ali Kuncoro berharap kegiatan ini dapat selesai dalam waktu seminggu, dan jika masih ada yang belum terlaksana, akan diikutsertakan kembali oleh Dinas Kesehatan.

Salah satu peserta Sub PIN Polio, Faleri, seorang murid kelas 2 SD Taruna Nusa Harapan, menyatakan tidak merasa takut untuk melakukan imunisasi. "Tidak takut, karena tidak disuntik, obatnya tadi rasanya manis dan enak," ceritanya.

Sub PIN Polio akan menyasar seluruh anak yang berusia 0-7 tahun 11 bulan dan akan dilaksanakan dalam dua putaran. Putaran pertama direncanakan pada tanggal 15 - 21 Januari 2024, sementara putaran kedua akan dilaksanakan pada 19 - 25 Februari 2024. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kekebalan tubuh anak-anak dan mengurangi risiko penyebaran polio di wilayah tersebut. (red)

Editor : prass prasetyo