Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono Dukung Komitmen Presiden Jokowi dalam Pengelolaan Air Bersih
MERAHPUTIH I BADUNG - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, menyatakan kesiapan mendukung komitmen Presiden RI Joko Widodo dalam pengelolaan air bersih yang bermanfaat bagi masyarakat. Pernyataan ini disampaikan usai menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) World Water Forum (WWF) ke-10 yang berlangsung di Bali International Convention Center (BICC), Senin (20/5).
KTT WWF yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo ini diikuti oleh 35.000 delegasi dari 193 negara, mengusung tema "Air Bagi Kemakmuran Bersama". Acara dimulai dengan pidato dari pebisnis asal Amerika Serikat, Elon Musk, diikuti oleh President World Water Council, Loic Fauchon. Selain itu, ada penayangan Video of King Hasan II Great World Water Prize serta pemberian penghargaan kepada para pihak yang berkontribusi dalam penanggulangan masalah air.
"Kami sangat mendukung amanat Presiden Jokowi terkait kolaborasi dalam pengelolaan air bersih. Dan itu yang selama ini kami lakukan di Jawa Timur," kata Adhy. Menurutnya, kolaborasi dalam pengelolaan air bersih di Jawa Timur telah berlangsung lama, menjadikan provinsi tersebut sebagai penghasil air bersih terbesar di Indonesia.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa volume produksi perusahaan air bersih di Jawa Timur mencapai 810,82 juta meter kubik selama 2022. Produksi ini menempatkan Jawa Timur di peringkat pertama nasional, diikuti oleh DKI Jakarta dengan 635,092 juta meter kubik, Jawa Tengah dengan 627,619 juta meter kubik, dan Jawa Barat dengan 513,24 juta meter kubik.
"Produksi air bersih di Jawa Timur adalah yang tertinggi di Indonesia. Ini hasil kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan swasta. Meningkatnya kebutuhan air bersih juga sejalan dengan meningkatnya literasi kesehatan masyarakat," tambah Adhy.
Sebelumnya, Pj Gubernur Adhy juga menghadiri Gala Dinner KTT WWF yang digelar di taman budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK) pada Minggu (19/05) malam. Gala dinner ini dihadiri oleh berbagai delegasi, termasuk Wakil Perdana Menteri Papua Nugini John Rosso, Utusan Khusus Belanda Meike van Ginneken, Presiden Majelis Umum PBB Dennis Francis, dan sejumlah pejabat lainnya.
Dalam pidatonya, Presiden Jokowi mengucapkan terima kasih karena Indonesia terpilih sebagai tuan rumah forum air sedunia yang ke-10. Jokowi menekankan bahwa Indonesia, dengan 65 persen wilayah perairannya, kaya akan kearifan lokal dalam pengelolaan air, seperti sistem pengairan subak di Bali yang diakui sebagai warisan budaya dunia.
Jokowi juga menjelaskan bahwa tema WWF kali ini mencakup tiga prinsip dasar: menghindari persaingan, mengedepankan pemerataan dan kerja sama inklusif, serta mendukung perdamaian dan kemakmuran bersama. "Ketiga prinsip ini hanya bisa terwujud dengan kolaborasi," kata Jokowi.
Pemprov Jawa Timur ikut menyemarakkan perhelatan WWF di Bali. Melalui Dinas PU Sumber Daya Air (SDA) Jatim, mereka mengikuti expo sumber daya air di Bali Nusa Dua Convention Center yang berlangsung dari 18 hingga 25 Mei 2024. Dinas PU SDA Jatim juga menjadi pembicara pada diskusi terbuka "The Importance of Bilateral Collaboration" di Netherlands Pavilion pada 21 Mei 2024.
Selain itu, Pemprov Jatim melalui Disbudpar menampilkan kesenian kostum karnaval dan tarian tradisional Jawa Timur seperti Jember Fashion Carnaval (JFC) dan Tarian Remo Branjang Kawat. JFC tampil pada Gala Dinner, sedangkan Tarian Remo akan tampil di public space pada 22 Mei 2024.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Koperasi dan UKM Jatim berkolaborasi untuk mengisi Booth UMKM di Tsunami Shelter Kuta, memamerkan produk beauty, kuliner, fashion, dan Craft and Art. (red)
Editor : prass prasetyo
Harian Merah Putih