Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak Tinjau Tanggul Jebol di Gresik, Pastikan Langkah Cepat Penanganan

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak. Didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, Gatot Soebroto, Emil turun langsung meninjau lokasi di Desa Jono dan Desa Boboh, Kecamatan Cerme,
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak. Didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, Gatot Soebroto, Emil turun langsung meninjau lokasi di Desa Jono dan Desa Boboh, Kecamatan Cerme,

MERAHPUTIH I GRESIK - Tanggul Kali Lamong yang jebol di beberapa titik di Kabupaten Gresik beberapa waktu lalu mendapat perhatian serius dari Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak. Didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, Gatot Soebroto, Emil turun langsung meninjau lokasi di Desa Jono dan Desa Boboh, Kecamatan Cerme, pada Selasa (4/3).

Saat berada di lokasi, Emil memastikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melakukan berbagai langkah cepat untuk mengatasi dampak jebolnya tanggul. Sejumlah alat berat telah dikerahkan dan material seperti kawat bronjong sudah dikirimkan ke titik-titik yang mengalami kerusakan untuk mempercepat proses perbaikan.

Menurut Emil, penyebab utama jebolnya tanggul adalah meluapnya Kali Lamong akibat tingginya curah hujan. Oleh karena itu, perbaikan dilakukan dengan memasang paravet pada titik-titik yang mengalami kerusakan, sehingga diharapkan dapat mencegah terulangnya banjir di musim penghujan mendatang.

“Kami sedang dalam proses pengerjaan perbaikan dengan memasang paravet di lokasi-lokasi yang terdampak. Dengan demikian, saat musim hujan tiba, kita tidak lagi khawatir akan ancaman banjir, terutama di Desa Jono dan sekitarnya,” ujar Emil.

Lebih lanjut, Emil menjelaskan bahwa Pemprov Jatim telah menjalankan sejumlah program untuk menangani permasalahan banjir yang kerap terjadi akibat luapan Kali Lamong. Sejak 2021 hingga 2024, pembangunan tanggul telah dilakukan sepanjang 2.710 meter, mencakup wilayah dari Desa Jono hingga Desa Kedanyang.

Sementara itu, normalisasi Kali Lamong juga terus berlangsung. Di tahun 2024 ini, normalisasi telah dilakukan sepanjang 44,58 kilometer dari total target 58 kilometer. Selain itu, normalisasi anak sungai sepanjang 141,43 kilometer dari total 350 kilometer juga sedang berjalan sebagai bagian dari upaya strategis dalam pengendalian banjir.

Tak hanya itu, Emil juga mengungkapkan bahwa pembangunan retarding basin atau kolam penampung air hujan menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir. Saat ini, satu retarding basin telah dibangun di Desa Tambak Beras, dan ke depannya direncanakan pembangunan sembilan titik lainnya di wilayah Kabupaten Gresik.

Di sela-sela acara buka puasa, Emil berbincang langsung dengan para warga, mendengarkan keluhan dan kebutuhan mereka. Ia menegaskan bahwa Pemprov Jatim berkomitmen untuk terus memberikan bantuan hingga kondisi kembali normal.

“Kami ingin memastikan bahwa semua bantuan sosial yang dijanjikan sudah diterima oleh warga terdampak. Harapannya, ke depan tidak ada lagi kejadian serupa karena langkah-langkah antisipatif terus kita jalankan,” pungkasnya.

Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan bencana banjir akibat luapan Kali Lamong dapat diminimalisir, dan warga Gresik yang selama ini terdampak dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih aman dan nyaman. (red)

 

Editor : prass prasetyo