Pilkada Bantul, Mantan Pengurus Partai Gerindra Membelot

Deklarasi Laskar Bima Garda dukung pasangan Abdul Halim Muslih-Joko Purnomo (Foto: HMP/Daru)
Deklarasi Laskar Bima Garda dukung pasangan Abdul Halim Muslih-Joko Purnomo (Foto: HMP/Daru)

MERAHPUTIH | YOGYAKARTA - ‎Pandemi COVID-19 di Yogyakarta yang ditandai dengan peningkatan kasus konfirmasi positif COVID-19 yang terus meningkat tak mendinginkan suhu politik jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang rencananya akan digelar pada 9 Desember 2020, akan datang.

Suhu politik yang masih panas ditandai dengan adanya mantan pengurus Partai Gerindra Kabupaten Bantul, Yogyakarta membelot tak lagi mendukung Suharsono yang akan diusung sebagai calon bupati Bantul oleh Partai Gerindra namun justru mendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati Bantul, Abdul Halim Muslih dan Joko Purnomo yang diusung koalisi PDI Perjuangan dan Partai Kebangkkitan Bangsa (PKB).

Mantan pengurus Partai Gerindra Bantul tepatnya pengurus tingkat kecamatan atau PAC yang mengatasnamakan Laskar Barisan Inti Mantan Garuda (Laskar Bima Garda) secara resmi membelot dan mendeklarasikan diri mendukung pasangan calon Bupati dan calon Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih dan Joko Purmomo di Jejeran, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Minggu (17/5), malam.

"Laskar Bima Garda ini berisi mantan pengurus PAC Gerindra dari Kecamatan Pundong, Imogiri serta Pleret dan mantan pengurus kecamatan lainnya di Bantul akan menyusul bergabung," kata Ketua Laska Bima Garda disela acara deklarasi.

Agus menjelaskan alasan tak lagi mendukung calon bupati dari Gerindra karena sejak tahun 2016 dirinya dan kawan-kawan diberhentikan secara tidak hormat tanpa alasan yang jelas sehingga memunculkan kekecewaan terhadap partai besutan Prabowo Subianto.

"Perjuangan kami saat pilkada 2015 tidak dihargai sama sekali. Oleh karenanya kami membentuk Laskar Bima Garda untuk memenangkan Halim-Joko dalam pilkada Bantul mendatang," ucapnya.

Sementara, bakal calon Bupati Bantul, Abdul Halim mengatakan kalau dukungan dari Laskar Bima Garda terhadap pasangan calon Bupati dan calon Wakil Bupati Bantul Halim-Joko sebagai bentuk ekspresi demokrasi dari masyarakat sehingga dukungan ini akan membuat konsolidasi agar Bantul lebih baik, lebih maju, lebih sejahtera akan bisa terwujud.

"Kami sadar, saya dan mas Joko tidak bisa bekerja sendiri dan harus butuh dukungan dari masyarakat yang sudah menyadari visi dan misi kami berdua," tambahnya.

Selain dari relawan dan komunitas yang jumlah sudah mencapai puluhan, partai-partai non parlemen juga memberikan dukungan baik mereka yang secara resmi melakukan deklarasi dan langsung datang ke rumah menyatakan dukungannya kepada pasangan Halim-Joko.

"Ya kalu kita jumlah komunitas atau relawan yang memberikan dukungan Halim-Joko ada sekitar 27 komunitas atau relawan," ucapnya.

Terkait dengan kondisi pelaksanaan Pilkada yang belum pasti dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2020 mengingat tidak diketahui kapan pandemi COVID-19 akan berakhir disisi lain dalam Perpu ada klausal jika memungkinkan digelar pilkada, namun jika tidak maka akan diundur sehingga kemungkinan terbuka diundur, Halim kembali menegaskan bahwa pasangan Halim-Joko tetap siap baik pilkada di gelar bulan Desember 2020 atau bahkan pilkada digelar pada tahun 2021 mendatang.

"Ketua KPU kan sudah mengkonvermasi Perpu tersebut. Jika PKU pada bulan Juli 2020 tidak bisa melakukan tahapan pilkada maka akan diusulkan pilkada ditunda lagi. Sehingga bagi kami, diminta lari namun belum jelas finishnya dimana. Namun kapanpun pilkada digelar kami siap. Kita tinggal kasih aba-aba untuk "lari sprint" jika pilkada sudah dipastikan tanggal dan harinya,"tegasnya. (hdw/tji)

 

Editor : Tudji Martudji