Persija Hadapi Madura United dengan Skuad Terbatas: Ujian Karakter Macan Kemayoran di Tanah Madura
MERAHPUTIH I BANGKALAN – Laga lanjutan Liga 1 2024/2025 antara Madura United vs Persija Jakarta di Stadion Gelora Bangkalan pada Minggu (6/4/2025) pukul 19.00 WIB dipastikan berlangsung dengan tensi tinggi. Namun, di balik laga krusial tersebut, Persija datang ke Madura dengan skuad pincang. Sebuah tantangan yang lebih dari sekadar taktik—ini adalah ujian karakter dan kedalaman tim Macan Kemayoran.
Seolah belum cukup dengan absennya dua pemain pilar—Gustavo Almeida dan Maciej Gajos akibat kartu merah—Persija juga harus rela kehilangan kapten sekaligus benteng pertahanan mereka, Rizky Ridho, yang tengah menunaikan ibadah umroh.
“Sejak awal Ridho memang memiliki kesepakatan dengan manajemen untuk menjalankan umroh. Sebenarnya sudah diatur sedemikian rupa agar kegiatan tersebut tidak berbenturan dengan jadwal tim. Namun karena kemudian terjadi perubahan jadwal pertandingan dari operator liga, maka Ridho pun harus absen pada lawatan kali ini,” terang Bambang Pamungkas, Manajer Persija, menjelaskan duduk perkaranya.
Ridho sendiri sudah menjadwalkan keberangkatannya sebelum laga kontra Madura United dipindah dari tanggal semula, 13 Maret 2025. Meski kepergiannya sudah dirancang matang, takdir berkata lain. Dan sebagai tim profesional, Persija menerima situasi ini dengan kepala tegak.
Tak hanya sampai di situ, satu lagi nama harus dicoret dari daftar pemain—Ramon Bueno, gelandang elegan asal Spanyol, yang mengalami cedera hamstring saat sesi latihan.
“Ramon mengalami masalah di hamstring dalam sesi latihan. Saat ini dia masih dalam proses pemulihan. Jadi, dia tidak memungkinkan untuk bertanding dalam waktu dekat,” ujar dr. Muhammad Andeansah Sp.KO, dokter tim Persija, seraya berharap sang pemain bisa segera pulih dan kembali memperkuat lini tengah.
Namun, dalam dunia sepak bola, krisis bisa menjadi peluang. Meski banyak pilar yang absen, laga ini bisa menjadi panggung pembuktian bagi pemain-pemain yang selama ini menanti giliran bersinar.
“Pertandingan melawan Madura United akan menjadi kesempatan bagi pemain-pemain yang selama ini jarang bermain untuk membuktikan kualitas dan kapasitas mereka. Target kami tidak berubah, yaitu mencuri poin penuh agar kami tetap dapat bersaing di papan atas,” tegas Bambang Pamungkas.
Tidak ada alasan untuk menyerah sebelum bertanding. Justru, situasi seperti ini bisa menjadi cambuk bagi para pemain muda dan pelapis untuk menunjukkan bahwa Persija bukan hanya tentang nama-nama besar di starting eleven, melainkan tentang kolektivitas, semangat juang, dan kebanggaan membela panji ibu kota.
Di sisi lain, Madura United tentu tak ingin melewatkan momentum saat menjamu Persija yang pincang. Bermain di depan publik sendiri di Gelora Bangkalan, tim Laskar Sapeh Kerrab diyakini akan tampil menyerang sejak menit awal dan memanfaatkan lubang-lubang yang mungkin muncul akibat absennya para pemain kunci Persija.
Taktik dan kecerdasan sang pelatih akan sangat diuji dalam laga ini. Persija dituntut tampil cerdas, sabar, namun tetap haus kemenangan. Kombinasi pemain muda dan pelapis akan jadi taruhan, dan mungkin—seperti banyak kisah epik dalam sepak bola—mereka yang selama ini berada di bayang-bayang akan jadi pahlawan malam itu.
Apakah Macan Kemayoran bisa mengaum di tanah Madura meski tak bertaring lengkap? Atau justru Madura United yang akan berpesta di kandang sendiri?
Semua akan terjawab Minggu malam ini. Yang jelas, sepak bola tak pernah kehilangan daya magisnya. Dan Persija—dengan atau tanpa bintang—akan selalu datang untuk bertarung. (red)
Editor : prass prasetyo
Harian Merah Putih