Usai Libur Lebaran, PSS Sleman Gas Pol Latihan Jelang Akhir Musim: Haus Poin, Haus Pembuktian

Coach Pieter Huistra
Coach Pieter Huistra

MERAHPUTIH I SLEMAN - Setelah jeda Lebaran selama empat hari, aroma persaingan dan semangat kompetisi kembali menggema di lingkungan PSS Sleman. Kamis (3/4/2025) sore menjadi titik tolak kembalinya para pemain Laskar Sembada ke jalur persiapan intensif, menghadapi tujuh laga krusial tersisa di BRI Liga 1 2024/25. Tak hanya kembali berkeringat di lapangan hijau, sesi penguatan fisik di pusat kebugaran juga langsung dijalani tanpa kompromi.

Coach Pieter Huistra, sang arsitek asal Belanda, menyoroti semangat luar biasa anak-anak asuhnya. Menurutnya, masa libur yang singkat tidak membuat performa pemain menurun. Sebaliknya, semangat juang dan energi positif justru menjadi pemandangan dominan di awal pekan latihan ini.

“Pemain terlihat bagus kemarin dan sekarang di sesi latihan. Senang melihatnya, mereka menjadi lebih kuat dan itu hal yang sangat bagus. Tidak ada masalah setelah Lebaran, semua pemain bekerja keras mengikuti sesi latihannya,” ujar Huistra saat memimpin latihan di Lapangan Pakembinangun, Sleman, Minggu pagi (6/4/2025).

Sang pelatih juga menegaskan bahwa kondisi ini tak lepas dari kerja keras yang telah dilakukan seluruh skuad PSS sebelum libur Idulfitri. Persiapan matang itu kini menjadi fondasi penting untuk menghadapi sisa kompetisi, yang tidak hanya menuntut konsistensi tapi juga mental baja.

Namun demikian, bukan berarti semuanya berjalan mulus tanpa tantangan. Saat menjalani sesi penguatan fisik di gym, beberapa pemain terlihat mulai menampakkan tanda-tanda kelelahan. Hal ini dianggap wajar mengingat transisi dari masa rehat menuju intensitas tinggi membutuhkan penyesuaian.

“Kemarin latihannya cukup terbuka setelah liburan. Semuanya punya energi yang bagus dan kemarin pemain melakukan latihan gym pertama setelah liburan. Semuanya bekerja keras, mungkin mereka cukup lelah sekarang tapi semuanya baik dan semuanya bekerja keras,” imbuh mantan pelatih Timnas Indonesia itu.

Kondisi kebugaran seluruh pemain memang menjadi perhatian utama tim pelatih. Untuk saat ini, hampir seluruh personel utama PSS Sleman telah kembali bergabung dalam sesi latihan. Namun, tidak semua dalam kondisi fit seratus persen.

Bek senior Fachruddin Aryanto masih belum bisa berkontribusi langsung dalam latihan tim. Pemain berpengalaman tersebut tengah menjalani pemulihan pasca operasi lutut yang dijalaninya beberapa waktu lalu. Absennya Fachruddin tentu menjadi tantangan tersendiri bagi lini pertahanan PSS, yang membutuhkan sosok pemimpin di lapangan.

Di sisi lain, penjaga gawang Ega Rizky mengalami sedikit masalah pada bagian tangannya. Cedera tersebut belum tergolong serius, namun tetap membutuhkan perhatian dan pemantauan tim medis dalam beberapa hari ke depan.

“Tim pelatih akan terus memantau kondisinya dalam beberapa hari ke depan. Harapannya, Ega bisa segera pulih dan kembali berlatih bersama rekan-rekannya,” kata Huistra menutup sesi wawancaranya.

Dengan hanya menyisakan tujuh pertandingan, PSS Sleman tak punya banyak ruang untuk kesalahan. Setiap laga ibarat final, dan setiap poin sangat berharga untuk mengamankan posisi mereka di klasemen. Kembalinya intensitas latihan usai libur Lebaran menjadi bukti bahwa skuad ini tidak ingin sekadar bertahan — mereka ingin berjuang dan membuktikan bahwa Laskar Sembada belum habis.

Kini, harapan publik Sleman kembali dipanggul para pemainnya. Dan di balik setiap peluh yang menetes di lapangan latihan, tersimpan janji bahwa perjuangan belum berakhir. (red)

Editor : prass prasetyo