Gubernur Luthfi: ASN Harus Jadi Bahan Bakar Berkualitas dalam Mesin Birokrasi
MERSAHPUTIH I SEMARANG - Di bawah langit pagi yang cerah di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, suasana apel pagi dan halalbihalal terasa lebih dari sekadar seremoni biasa. Dalam kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan pesan yang menggugah: ASN harus bekerja dengan hati, bukan kepentingan pribadi.
Di hadapan ratusan aparatur sipil negara, Gubernur Luthfi tidak berbasa-basi. Ia mengingatkan dengan tegas, bahwa jabatan bukanlah sesuatu yang bisa dibeli atau dilobi.
“Jabatan itu amanah. Kita akan pelototi siapa yang profesional dan tidak,” ucap mantan Kapolda Jateng itu, dengan suara mantap.
Ia menyoroti fenomena ASN yang sibuk ‘kasak-kusuk’ mencari jabatan. Bagi Luthfi, perilaku semacam itu mencederai ruh pelayanan publik yang seharusnya menjadi nafas seorang ASN.
“Saya tidak peduli Anda siapa, datang dari mana, atau bawa siapa. Semua itu tak penting. Yang saya lihat adalah kinerja dan profesionalisme,” ujarnya.
Gubernur menegaskan, birokrasi bukan panggung politik atau ruang negosiasi jabatan. Ia menggambarkan birokrasi sebagai kendaraan, di mana ASN menjadi bahan bakarnya. Agar kendaraan itu bisa melaju lancar dan melayani masyarakat dengan baik, bahan bakarnya pun harus berkualitas.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyisipkan permintaan maaf kepada seluruh ASN. Diakuinya, selama dua bulan menjabat, ia belum bisa menjangkau semua pegawai secara langsung karena padatnya agenda program "Ngopeni Nglakoni" yang membawanya keliling ke 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
“Mungkin ada tutur kata atau sikap yang kurang berkenan. Saya mohon maaf,” katanya dengan nada tulus.
Mengakhiri arahannya, Gubernur Luthfi mengajak seluruh ASN untuk kembali bekerja dengan semangat baru pasca Idulfitri. Momentum silaturahmi ini, katanya, sebaiknya menjadi titik tolak memperbaiki pelayanan kepada masyarakat.
“ASN adalah pelayan, bukan tuan. Kalau kita mau birokrasi ini melayani, maka kita semua harus siap menjadi pelayan yang profesional,” tandasnya. (red)
Editor : prass prasetyo
Harian Merah Putih