Khofifah Buka Simposium Nasional IMMawati: Dorong Perempuan Jadi Agen Perubahan

Gubernur Jawa Timur Khofifah  membuka Simposium Nasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Putri bertajuk "Perempuan Berdaya, Indonesia Jaya" di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (25/4/2025) malam
Gubernur Jawa Timur Khofifah membuka Simposium Nasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Putri bertajuk "Perempuan Berdaya, Indonesia Jaya" di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (25/4/2025) malam

MERAHPUTIH I SURABAYA — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka Simposium Nasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Putri (IMMawati) bertajuk "Perempuan Berdaya, Indonesia Jaya" di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (25/4/2025) malam. Kegiatan ini menjadi momentum untuk menegaskan peran perempuan muda dalam mendorong transformasi sosial berbasis nilai-nilai Islam dan Muhammadiyah.

Dalam sambutannya, Khofifah menggarisbawahi pentingnya peran perempuan bukan sekadar sebagai objek pembangunan, melainkan sebagai aktor utama dalam menentukan arah masa depan bangsa. Ia mengajak ratusan kader IMMawati yang hadir dari berbagai daerah untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan yang visioner, kolaboratif, dan solutif.

"Setiap tantangan harus dijawab dengan rencana yang berdampak luas bagi masyarakat. Jadilah pemimpin yang tidak hanya responsif, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata," ujar Khofifah.

Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu juga menekankan bahwa tema simposium tahun ini tidak sekadar slogan, melainkan gambaran nyata perubahan yang tengah berlangsung, khususnya di Jawa Timur. Ia mencontohkan, partisipasi perempuan kini makin menguat di bidang ekonomi, pendidikan, layanan kesehatan, hingga politik.

Khofifah turut memaparkan capaian provinsinya dalam kesetaraan gender. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Kesenjangan Gender (IKG) Jawa Timur tahun 2023 turun menjadi 0,423 dari 0,440 pada tahun sebelumnya. Sementara itu, Indeks Pembangunan Gender (IPG) tercatat meningkat menjadi 92,19 persen di tahun 2024.

"Angka-angka ini bukan sekadar statistik. Ini bukti bahwa ketika perempuan diberi ruang, mereka tidak hanya bertumbuh, tetapi juga memimpin," tegasnya.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengembangkan berbagai program prioritas di sektor pemberdayaan perempuan. Beberapa di antaranya adalah percepatan pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) di seluruh kabupaten/kota, serta penguatan perempuan di sektor UMKM, industri kreatif, ekonomi digital, dan pendidikan vokasi.

Khofifah juga mengaitkan semangat simposium ini dengan peringatan Hari Kartini yang jatuh pada bulan April. Menurutnya, semangat Kartini harus diwujudkan dalam aksi nyata di berbagai bidang kehidupan.

"IMMawati adalah Kartini masa kini, yang tidak hanya berbicara tentang emansipasi, tetapi juga soal kepemimpinan, pendidikan, dan transformasi sosial," ujarnya.

Di akhir sambutannya, Khofifah mendorong para kader IMMawati untuk terus berinovasi dan berkontribusi membangun Indonesia yang lebih adil dan setara. "Selamat bersimposium. Semoga lahir gagasan-gagasan cemerlang yang memperkuat jejak sejarah IMMawati," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang IMMawati DPP IMM, Sumarni, menyampaikan apresiasi atas dukungan Gubernur Khofifah. Ia mengaku bangga bisa berbagi panggung dengan sosok pemimpin perempuan yang menjadi inspirasi banyak kalangan.

"Sebagai perempuan muda dari pelosok Sulawesi Barat, saya merasa terhormat bisa berada di momen ini bersama Ibu Khofifah. Spirit kepemimpinannya sangat menguatkan gerakan pemberdayaan perempuan, khususnya bagi IMMawati," ujar Sumarni.

Simposium Nasional IMMawati ini diharapkan menjadi wadah penguatan jaringan, gagasan, dan komitmen bagi perempuan muda Indonesia dalam mengukir perubahan. (red)

Editor : Redaksi