Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, Kemenag Imbau Jaga Kesehatan dan Tertib Beribadah
MERAHPUTIH I JAKARTA — Gelombang pertama jemaah haji Indonesia tahun 1446 Hijriah/2025 Masehi diberangkatkan ke Arab Saudi, Juamt (2/5/2025). Setibanya di Tanah Suci, jemaah akan lebih dahulu menginap di Madinah selama beberapa hari sebelum bergerak ke Makkah untuk menjalankan rangkaian ibadah puncak haji.
Selama berada di Madinah, Kementerian Agama (Kemenag) mengingatkan jemaah untuk menjaga ketertiban, memperhatikan kesehatan, serta menjalankan ibadah dengan bijak. Sejumlah panduan dan larangan telah disusun agar aktivitas jemaah di kota suci tersebut dapat berjalan lancar.
“Jemaah diimbau tidak hanya fokus pada pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjaga stamina, mengingat suhu di Arab Saudi yang bisa sangat panas. Ini penting agar kondisi fisik tetap prima menjelang puncak haji di Arafah dan Mina,” ujar Direktur Bina Haji Kemenag, dalam keterangan resmi yang dikutip dari laman haji.kemenag.go.id.
Menginap di Hotel Sekitar Masjid Nabawi
Sebanyak 95 hotel setara bintang tiga hingga lima telah disiapkan untuk menampung jemaah selama di Madinah. Seluruh akomodasi berada di sekitar Masjid Nabawi, dengan jarak yang relatif dekat sehingga jemaah dapat berjalan kaki menuju masjid.
Kemenag menekankan pentingnya mencatat informasi-informasi penting setibanya di hotel. “Catat nama dan nomor hotel, nama majmuah (kelompok penyelenggara haji), serta lokasi tempat menginap. Ini krusial agar jemaah tidak kesulitan saat akan kembali ke hotel,” tulis Kemenag dalam Buku Manasik Haji 2025.
Namun, Kemenag juga mengingatkan agar jemaah tidak berdesakan atau terburu-buru saat berangkat dan pulang dari masjid, terutama karena fasilitas hotel seperti lobi dan lift umumnya terbatas.
Ibadah di Masjid Nabawi
Selama di Madinah, jemaah sangat dianjurkan untuk melaksanakan salat fardhu di Masjid Nabawi. Akan tetapi, Kemenag mengimbau agar tidak memaksakan diri untuk menyelesaikan salat arbain—salat berjemaah selama 40 waktu di Masjid Nabawi—terutama bagi jemaah lansia, sakit, atau berisiko tinggi.
“Salat arbain bukan rukun atau wajib haji. Bagi jemaah yang memiliki keterbatasan fisik, tidak perlu memaksakan diri. Salat berjemaah di hotel tetap bernilai ibadah,” demikian kutipan dalam Buku Manasik Haji 2025.
Sebaliknya, jemaah dianjurkan untuk tetap mengikuti jadwal ziarah ke makam Nabi Muhammad SAW serta berdoa di Raudhah, yang terletak di dalam Masjid Nabawi. Namun, ziarah tersebut bersifat sunah dan bukan bagian dari rukun haji.
“Hukum berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW, keluarganya, dan para sahabat adalah sunah. Jika ada halangan, jemaah bisa tetap menyampaikan salam kepada Nabi dari hotel atau tempat mereka berada,” lanjut penjelasan dalam buku panduan.
Jaga Kesehatan dan Taat Aturan
Pihak Kemenag juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan selama di Madinah. Jemaah diimbau untuk mengenakan alat pelindung diri seperti masker dan payung saat berada di luar ruangan, serta memastikan konsumsi makanan yang segar dan bergizi.
Aktivitas yang tampak sederhana, seperti menjemur pakaian di kamar hotel, pun menjadi perhatian serius. Kemenag mengingatkan bahwa tidak diperkenankan menjemur pakaian di jendela, menggantung tali di sprinkler, atau memaku dinding untuk membuat jemuran. Hal ini berkaitan dengan keselamatan dan aturan hotel yang harus ditaati.
Selain itu, jemaah juga dilarang merokok, baik di dalam hotel maupun di area sekitar Masjid Nabawi. Kebijakan ini bertujuan menjaga kenyamanan bersama dan mencegah potensi gangguan kesehatan.
Sistem check-in dan check-out hotel juga diberlakukan secara digital melalui platform e-hajj atau Nusuk, yang memudahkan koordinasi logistik antarinstansi, tetapi tetap menuntut kedisiplinan waktu dari jemaah.
Menyambut Puncak Haji
Masa tinggal jemaah di Madinah umumnya berlangsung selama 8-9 hari sebelum mereka diberangkatkan ke Makkah untuk memulai prosesi utama ibadah haji, seperti tawaf, wukuf di Arafah, dan lempar jumrah.
Di tengah semangat dan kekhusyukan, Kemenag berharap jemaah tetap mengedepankan keselamatan dan kenyamanan pribadi maupun kolektif.
“Semoga seluruh jemaah Indonesia diberikan kelancaran, kesehatan, dan kembali ke Tanah Air dalam keadaan selamat serta menjadi haji yang mabrur,” tutup pernyataan Kemenag. (red)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih