Gubernur Jatim: RSU Muslimat NU Ponorogo Dukung Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak

Gubernur Jawa Timur Khofifah bersama Bupati ponorogo Giri Sancoko saat topping off atau peletakan mortar konstruksi Pembangunan Gedung Gus Dur RSU Muslimat NU di Kabupaten Ponorogo, Rabu (14/5).
Gubernur Jawa Timur Khofifah bersama Bupati ponorogo Giri Sancoko saat topping off atau peletakan mortar konstruksi Pembangunan Gedung Gus Dur RSU Muslimat NU di Kabupaten Ponorogo, Rabu (14/5).

MERAHPUTIH I PONOROGO — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan optimistis pembangunan Gedung KH Abdurrahman Wahid di Rumah Sakit Umum (RSU) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Ponorogo akan mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan, khususnya bagi ibu dan anak.

Dalam kegiatan peletakan mortar atau topping off pembangunan gedung setinggi tujuh lantai tersebut, Rabu (14/5), Gubernur Khofifah menyebut keberadaan gedung baru akan mendukung penurunan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), dan prevalensi stunting di wilayah Ponorogo dan sekitarnya.

“RSU ini akan menjadi referensi kebahagiaan masyarakat, terutama dalam layanan ibu dan anak, termasuk tumbuh kembang anak,” kata Khofifah.

Ia menambahkan, peningkatan fasilitas dan layanan kesehatan tersebut merupakan bentuk nyata dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mewujudkan akses kesehatan yang merata dan berkualitas.

“Ini sejalan dengan Asta Cita Presiden RI serta program Quickwin Pemprov Jatim, khususnya dalam membangun rumah sakit lengkap dan menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis,” ujarnya.

Pembangunan Gedung Gus Dur, lanjut Khofifah, juga menjadi bagian dari kontribusi Muslimat NU untuk memperingati satu abad Nahdlatul Ulama (versi tahun Masehi) yang akan jatuh pada 31 Januari 2026.

“Gedung ini merupakan persembahan Muslimat NU dalam mendukung penguatan layanan kesehatan warga NU dan masyarakat luas,” ucapnya.

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dalam meningkatkan mutu layanan rumah sakit serta menjawab tantangan transformasi digital di sektor kesehatan.

Khofifah menyampaikan apresiasi kepada RSU Muslimat NU Ponorogo atas kontribusinya terhadap pembangunan kesehatan di Jawa Timur. Ia juga mengajak semua pihak, termasuk sektor swasta dan akademisi, untuk bersinergi dalam mewujudkan layanan kesehatan berkeadilan dan berkelanjutan.

Peletakan mortar konstruksi Gedung KH Abdurrahman Wahid dilakukan Gubernur Jatim bersama Rais Syuriyah PBNU, Bupati Ponorogo, unsur Forkopimda setempat, dan Direktur RSU Muslimat Ponorogo.

Gedung baru tersebut ditargetkan beroperasi pada awal 2026.(red)

Editor : Redaksi