Dominasi Kota Pahlawan dari Green Malang: Nathan, William, dan Calista Kirim Sinyal Emas di Porprov IX Jatim
MERAHPUTIH I MALANG — Langit Kota Malang tampak bersahabat ketika duo andalan Surabaya, Nathan Christoper Widjaya dan William Justin Wijaya, melangkah ke Araya Golf Course. Tak sekadar bertanding, keduanya seperti ingin mengirim pesan kepada seluruh kontingen Porprov IX Jawa Timur 2025: emas di cabang golf bukan sekadar target, melainkan harga diri Kota Pahlawan.
Di hari pertama nomor individual, Nathan dan William tampil senada—secara skor maupun determinasi. Keduanya mencatatkan 71 pukulan, atau satu di bawah par. Skor ini bukan hanya mencerminkan teknik yang matang, tetapi juga kontrol emosi di atas lapangan yang tidak selalu ramah angin.
“Par lima jadi ladang poin,” ujar Nathan, sembari menyeka peluh di bawah matahari Malang yang mulai meninggi. Tiga birdie dan satu even par ia kantongi dari hole-hole par lima. “Untung anginnya nggak segila biasanya. Jadi, second shot dengan shot iron masih bisa maksimal,” sambungnya.
Salah satu momen yang diingat Nathan adalah hole 8. Meski tergolong par lima, angin di hole tersebut sering membuat bola liar. Tapi Nathan mampu menjaga ritme. “Kuncinya besok cuma satu: jaga stabilitas,” cetusnya, singkat.
Berbeda dari Nathan yang konsisten sejak awal, William sempat dibuat gusar oleh triple bogey di awal permainan. Namun, ia tak membiarkan kesalahan kecil menggerus mental. “Aku tahu, ini bukan salah total. Aku tetap percaya diri, fokus satu per satu,” katanya dengan tatapan tenang.
Ketangguhan mental mereka membuahkan hasil nyata: selisih lima pukulan dari pesaing terdekat, Daffa Putra Hardian dari Malang, yang mencatat 76 pukulan.
Di sektor putri, Kota Surabaya juga bersinar lewat Calista Allegra Dewantara. Dengan skor 74 pukulan atau dua di atas par, Calista memimpin klasemen sementara. Tak jauh di belakang, rekan satu kota Phoebe Gani mengisi papan skor dengan 80 pukulan.
Jika hari pertama ini menjadi indikator, maka Surabaya bukan hanya datang untuk bersaing—mereka datang untuk mendominasi. Dari green yang tenang hingga strategi penuh kalkulasi, para pegolf muda ini seolah meramu harmoni antara teknik dan keberanian. (red)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih