Lini Tengah PERSIB Diperkuat: Luciano Guaycochea Datang, Harapan Baru Disematkan

MERAHPUTIH I BANDUNG — Menatap musim kompetisi 2025/2026 dengan ambisi lebih besar, PERSIB Bandung kembali melakukan manuver strategis dalam bursa transfer. Klub kebanggaan Bobotoh ini resmi mengamankan jasa gelandang serang asal Argentina, Luciano Guaycochea, dengan kontrak dua musim. Rekrutan anyar ini digadang-gadang menjadi elemen krusial dalam misi ganda PERSIB: menggenggam supremasi Liga 1 dan bersaing di pentas AFC Champions League Two.

Luciano atau yang akrab disapa Lucho bukan nama asing di kancah sepak bola Asia Tenggara. Setelah mencuri perhatian di Liga Super Malaysia bersama Perak FC, performanya yang stabil dan produktif membuat pelatih Bojan Hodak tak ragu merekomendasikannya ke manajemen. Dalam dua musim, ia mencatatkan 15 gol dari lini tengah—11 di antaranya musim lalu—membuktikan insting menyerang yang tajam dari sektor kedua.

"Wilujeng sumping di Bandung, Luciano. Kami yakin kontribusimu akan memberi warna baru bagi tim," sambut Adhitia Putra Herawan, Deputy CEO PT PERSIB Bandung Bermartabat. Menurutnya, keputusan merekrut Lucho dilandasi kebutuhan akan figur kreatif yang mampu menjadi motor serangan sekaligus penyeimbang di lini tengah.

Langkah ini sejalan dengan arah permainan yang dirancang Bojan Hodak—lebih dinamis, progresif, dan adaptif menghadapi berbagai skenario pertandingan. Lucho diharapkan bukan hanya pelengkap skuad, tetapi juga menjadi inisiator permainan, penghubung vital antara lini tengah dan depan. “Kami butuh pemain dengan visi dan determinasi tinggi. Guaycochea punya itu,” imbuh Adhitia.

Datang dari Boca Juniors—klub ikonik yang telah menelurkan banyak talenta Amerika Selatan—Guaycochea membawa serta warisan permainan keras namun cerdas khas Argentina. Adaptasinya mungkin akan diuji oleh atmosfer Liga 1 yang berbeda, tetapi pengalaman lintas liga membuatnya diyakini cepat menyatu dengan gaya permainan PERSIB.

Rekrutan ini juga menegaskan bahwa PERSIB tak sekadar berbelanja nama besar. Klub menunjukkan pendekatan berbasis kebutuhan taktis, riset performa, dan rencana jangka panjang. “Kami tak hanya ingin populer, kami ingin juara,” tegas Adhitia.

Musim baru, wajah baru, dan harapan baru. Dengan Lucho sebagai motor baru di lini tengah, Maung Bandung menyalakan kembali bara ambisi, bukan hanya untuk menjadi raja di negeri sendiri, tapi juga untuk bersuara lebih keras di level Asia.(RED)

Editor : Redaksi