Padel Menyapa Jawa Timur, Porprov IX 2025 Jadi Titik Awal Kebangkitan

pertandingan cabang olahraga eksebisi Padel pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim IX 2025 di Mandala Sport Center, Kota Malang, Sabtu 28 Juni 2025.
pertandingan cabang olahraga eksebisi Padel pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim IX 2025 di Mandala Sport Center, Kota Malang, Sabtu 28 Juni 2025.

MERAHPUTIH I MALANG – Denting bola yang memantul dari dinding kaca terdengar ritmis di Mandala Sport Center, Kota Malang, Sabtu pagi, 28 Juni 2025. Bukan tenis, bukan squash. Inilah padel, cabang olahraga raket yang kini mulai merangsek ke peta olahraga Jawa Timur, bahkan Indonesia.

Cabang baru itu resmi dipertandingkan meski masih dalam format eksebisi dalam gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX 2025. Ketua KONI Jawa Timur, M. Nabil, hadir langsung membuka kompetisi yang disebutnya sebagai “momentum yang tak bisa ditunda.”

“Padel ini sedang meledak di berbagai daerah. Kalau kita diam saja, kita ketinggalan,” ujar Nabil dalam sambutannya. Ia menyadari bahwa olahraga ini belum menjangkau seluruh kabupaten/kota. Tapi geliatnya sudah terasa: jumlah peserta mencapai ratusan. Ini bukan angka kecil untuk sebuah cabang pendatang baru.

Padel sendiri baru bergabung dalam keanggotaan KONI Jatim lewat Rapat Kerja beberapa waktu lalu. Sejak itu, geliat pembinaan mulai bergulir di beberapa kota. Nabil pun optimistis, olahraga ini akan menjadi salah satu andalan Jatim di kancah nasional. Terlebih, Ketua KONI Pusat telah menyatakan bahwa padel akan dipertandingkan di PON 2028 mendatang di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

“Kalau kita memulai lebih dulu, kita punya kesempatan lebih besar untuk membentuk tim yang kuat,” tegas Nabil.

Namun bukan sekadar kompetisi yang dikejar. Lewat eksebisi ini, KONI Jatim ingin memantik semangat daerah untuk membentuk kepengurusan, membangun lapangan, dan memperluas jangkauan olahraga ini ke generasi muda. Ia bahkan telah menugaskan Wakil Ketua KONI Jatim, Andi, untuk membantu komunikasi ke pemerintah kabupaten dan kota terkait pengembangan fasilitas.

Sementara itu, Ketua Pengprov Persatuan Padel Indonesia (PBPI) Jatim, Rudie Risdianto, menyambut hangat langkah KONI Jatim. Menurutnya, turnamen ini bukan hanya sekadar laga, tapi pemicu gairah pembinaan yang selama ini masih sporadis.

“Beberapa kota sudah bergerak, sudah bangun lapangan. Tapi kami butuh momentum agar cabor ini berkembang lebih cepat. Porprov ini adalah momentum itu,” katanya.

Rudie berharap padel bisa menjadi olahraga alternatif baru yang menjanjikan. Tidak hanya bagi atlet, tetapi juga bagi pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan infrastruktur olahraga yang lebih beragam.

Dan memang, Jawa Timur mencatat sejarah. “Di Jawa Barat belum, provinsi lain juga belum,” kata Nabil. Maka, di tanah Arema inilah sejarah padel Indonesia diukir untuk pertama kalinya di level Porprov.

Dari sebuah eksebisi, padel melangkah mantap menuju panggung besar. Dan Jawa Timur, sekali lagi, menjadi pelopornya. (red) 

 

Editor : Redaksi