Megawati Hangestri Ukir Sejarah di Turki, Gaji Fantastis Warnai Kiprah Internasional Sang "Megatron"
MERAHPUTIH I JEMBER— Prestasi demi prestasi terus ditorehkan oleh bintang bola voli putri Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi. Setelah mencuri perhatian di Liga Voli Korea bersama Daejeon Red Sparks, kini pevoli asal Jember itu resmi melanjutkan kiprah internasionalnya di Eropa. Pada Sabtu (5/7/2025), Megawati diperkenalkan sebagai rekrutan anyar klub Manisa BBSK, yang berkompetisi di Kadinlar 1 Ligi, kasta kedua Liga Voli Turki.
Langkah ini bukan hanya memperluas cakrawala karier Megawati, tetapi juga mencatatkan namanya dalam buku sejarah. Ia menjadi pemain Indonesia pertama yang tampil di kompetisi profesional voli Turki, negara yang dikenal memiliki liga voli wanita paling kompetitif di Eropa dan bahkan dunia.
Di Manisa BBSK, Megawati dikontrak selama satu musim, dengan nilai yang terbilang luar biasa. Mengutip laporan Vocal Media dari beberapa sumber, Megawati akan menerima bayaran sebesar US$150 ribu atau sekitar Rp2,4 miliar per tahun. Nilai itu meningkat signifikan dibandingkan saat ia bermain di Korea Selatan, yang dilaporkan mencapai sekitar US$100 ribu per musim.
Perbedaan angka ini menegaskan nilai tawar Megawati yang semakin tinggi di panggung internasional. Ia tak hanya dikenal karena kemampuan smash yang eksplosif, tetapi juga kepemimpinan dan ketenangannya di lapangan. Tak heran bila julukan "Megatron" terus melekat pada dirinya, merujuk pada kekuatan dan dominasinya saat bertanding.
Keputusan Megawati untuk menerima pinangan Manisa BBSK bukan semata-mata karena faktor materi. Dalam beberapa wawancara sebelumnya, pemain kelahiran 20 September 1999 itu kerap menyebut bahwa bermain di Eropa, khususnya di Liga Voli Turki, adalah salah satu impian masa kecilnya.
“Turki adalah salah satu kiblat bola voli putri dunia. Banyak pemain top dunia bermain di sana. Saya ingin menguji kemampuan dan berkembang lebih jauh,” kata Megawati dalam pernyataan tertulis yang dirilis agennya, Sabtu malam.
Manisa BBSK sendiri adalah tim promosi yang akan menjalani musim pertamanya di Kadinlar 1 Ligi. Meski belum mentas di kasta tertinggi, klub ini menargetkan promosi ke Sultanlar Ligi, liga elite yang dihuni nama-nama besar seperti Eczacibasi Dynavit, VakfBank, dan Fenerbahce Opet.
Jika mampu tampil konsisten dan membawa Manisa bersaing di papan atas, peluang Megawati untuk menembus Sultanlar Ligi terbuka lebar. Liga ini merupakan magnet bagi pevoli dunia, termasuk bintang timnas Turki seperti Zehra Güne dan Ebrar Karakurt, yang masing-masing menerima bayaran tahunan antara US$879 ribu hingga US$1,7 juta.
Sebagai perbandingan, rata-rata pemain di kasta amatir Liga Turki hanya menerima sekitar US$5 ribu per tahun, sementara pemain di level Kadinlar 1 Ligi seperti Megawati umumnya mendapat bayaran US$50 ribu hingga US$200 ribu, tergantung reputasi dan pengalaman.
Pencapaian Megawati tak hanya menjadi catatan pribadi, tetapi juga membuka pintu bagi generasi pevoli muda Indonesia untuk bermimpi lebih besar. Selama ini, peluang pemain Indonesia menembus liga voli Eropa relatif terbatas. Kehadiran Megawati di Turki menandai tonggak baru bahwa pemain dari Asia Tenggara pun mampu bersaing di level tinggi.
Dukungan pun mengalir dari berbagai pihak. PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia) menyambut baik langkah Megawati dan berharap ini menjadi momentum kebangkitan voli putri nasional.
“Megawati adalah aset nasional. Kami bangga dengan langkahnya dan berharap dia bisa terus berkembang. Semoga ini juga menjadi inspirasi bagi pemain muda kita untuk berani bermimpi menembus panggung dunia,” ujar Ketua Umum PBVSI Imam Sudjarwo dalam keterangannya.
Meski kini berkiprah di luar negeri, Megawati tetap menegaskan komitmennya kepada tim nasional. Ia dijadwalkan kembali memperkuat timnas voli putri Indonesia dalam agenda SEA Games 2025 di Thailand, serta sejumlah ajang regional seperti AVC Cup dan Asian Games.
Dengan pengalaman internasional yang makin kaya, Megawati diharapkan menjadi tulang punggung skuad Garuda, sekaligus mentor bagi pemain-pemain muda seperti Wilda Siti Nurfadilah, Yolla Yuliana, hingga Dita Azizah.
Megawati Hangestri bukan sekadar mencetak angka dan smash mematikan di lapangan. Ia kini juga tengah membukakan jalan, membangun jembatan antara mimpi dan kenyataan bagi bola voli Indonesia. Dari Jember ke Turki, Megatron melangkah mantap, membawa semangat baru bagi olahraga Tanah Air. (red)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih