Antispasi Covid-19 Bertambah, Yusuf Ubah Warkop Jadi Musala

Berjamaah. Yusuf mengubah warkopnya jadi musala untuk salat berjamaah.
Berjamaah. Yusuf mengubah warkopnya jadi musala untuk salat berjamaah.

MERAHPUTIH | Surabaya - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan pemerintah kota Surabaya, membuat banyak masjid dan musala meniadakan kegiatan salat tarawih berjamaah. Masyarakat diimbau untuk melaksanakan tarawih sendiri di rumah masing-masing. Sayangnya tidak semua orang memiliki tempat layak untuk salat berjamaan, kendati dengan keluarga sendiri. Apalagi di kota besar yang memiliki banyak permukiman sempit karena penuh sesak.

Ini pula yang dialami warga Pogot Lebar, Surabaya. Lelaki pemilik warkop ini rela mengubah warkopnya menjadi musala dadakan untuk digunakan salat tarawih berjamaah bersama keluarganya. Yusuf, dia biasa disapa, mengaku kesulitan mencari tempat yang longgar untuk melaksanakan salat berjamaah. Akhirnya ia memutuskan untuk merombak warkopnya.

"Dengan kondisi Surabaya yang seperti ini (zona merah), saya khawatir dengan keluarga saya. Kebetulan warkop saya sedang tutup, akhirnya saya jadikan musala dadakan biar tetap bisa beribadah." ujar Yusuf.

Salah satu anak Yusuf, Ridho Yusuf menuturkan, warkop ini sudah ditutup sejak Surabaya terjangkiti wabah virus corona, "Kalau tidak salah waktu itu awal-awal corona masuk ke Surabaya, sudah saya tutup warung ini," kenangnya.

Ridho juga menjelaskan bahwa di kawasan tempat tinggalnya, animo masyarakat ke warkop cukup besar, termasuk warkop miliknya juga. Walaupun warkop miliknya tidak besar, tapi setiap menjelang maghrib hingga subuh, selalu dipenuhi oleh pelanggan.

"Ngeri juga kalau tidak ditutup, karena warkop ini jadi satu dengan rumah, saya juga tidak  bisa ngefilter siapa saja pelanggan yang datang, jalan terbaik akhirnya ya ditutup sementara,” tambahnya.

Di momentum Ramadan ini, Yusuf pun akhirnya mengubah warkopnya menjadi musala dadakan, agar ia beserta keluarganya tetap bisa melaksanakan sholat tarawih berjamaah walaupun di rumah.

Ridho dan Yusuf pun berharap agar wabah ini segera berlalu, agar semua aktifitas peribadatan, perekonomian, serta aktifitas lainnya bisa berjalan kembali normal. (zul/ayn)

Editor : Ayun Rahmawati