Distribusi LPG 3 Kilogram di Jatim Aman, Pertamina Jamin Tak Ada Kelangkaan
MERAHPUTIH I SURABAYA – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) menegaskan bahwa distribusi LPG subsidi 3 kilogram di wilayah Jawa Timur tetap aman dan berjalan lancar. Lewat jaringan distribusi resmi yang mencapai lebih dari 36 ribu pangkalan aktif, masyarakat diimbau tak perlu khawatir soal ketersediaan gas melon ini.
Komitmen ini disampaikan langsung oleh Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, saat ditemui di Surabaya, Kamis (7/8). Dalam penjelasannya, Ahad memastikan bahwa distribusi LPG subsidi dilakukan secara tepat sasaran dan terus dalam pengawasan.
“Kami berkomitmen menyalurkan LPG 3 kilogram sesuai dengan ketentuan dan sasaran. Masyarakat kami imbau untuk membeli di pangkalan resmi saja agar mendapat harga sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi),” ujarnya.
Sampai dengan akhir Juli 2025, distribusi LPG 3 kilogram di Jawa Timur telah mencapai angka 834.642 metric ton (MT), atau sekitar 58,8 persen dari kuota subsidi yang ditetapkan pemerintah untuk wilayah ini.
Pendistribusian dilakukan oleh 871 agen aktif dan 36.323 pangkalan resmi yang tersebar di berbagai daerah. Pertamina juga telah menyiapkan sub-pangkalan LPG 3 kilogram sebagai bagian dari strategi memperlancar akses distribusi ke masyarakat tingkat bawah.
“Adanya sub-pangkalan ini menjadi solusi distribusi LPG di daerah yang memiliki akses terbatas, sehingga masyarakat bisa tetap menjangkau LPG subsidi dengan mudah dan harga wajar,” terang Ahad.
Guna memastikan distribusi LPG subsidi tepat sasaran, Pertamina Patra Niaga terus menjalin koordinasi erat dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) provinsi maupun kabupaten/kota, pemerintah daerah, Hiswana Migas, hingga aparat penegak hukum.
“Pengawasan distribusi terus kami perkuat. Kami tak segan menindak jika ditemukan pelanggaran atau penyalahgunaan distribusi, karena ini menyangkut kepentingan masyarakat luas,” tambah Ahad.
Masyarakat pun diajak berperan aktif. Bila menemukan praktik penjualan di atas HET, warga diminta segera melaporkan melalui Pertamina Call Center 135 agar bisa segera ditindaklanjuti.
Lebih jauh, Pertamina mengingatkan pentingnya penggunaan LPG subsidi secara bijak dan tepat sasaran. Sebab, gas melon ini diperuntukkan khusus bagi rumah tangga pra sejahtera dan pelaku UMKM mikro.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketepatan sasaran penggunaan LPG subsidi. Gunakan sesuai kebutuhan dan peruntukannya,” pesan Ahad.
Untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan informasi, Pertamina menyediakan layanan digital. Informasi tentang distribusi LPG subsidi bisa diakses melalui laman resmi https://subsiditepatlpg.mypertamina.id/infolpg3kg, sedangkan informasi seputar kemitraan tersedia di https://kemitraan.patraniaga.com.
Dengan sistem distribusi yang semakin terintegrasi dan diawasi, Pertamina berharap tidak ada lagi kekhawatiran masyarakat soal kelangkaan LPG 3 kilogram, terutama menjelang momen-momen penting seperti hari besar keagamaan atau musim panen.
“Stok aman, distribusi lancar. Tidak perlu panik,” tutup Ahad. (red)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih