Siswa Jadi Tersangka dalam Ledakan SMA 72 Jakarta, Polisi Pastikan Tak Terkait Terorisme
MERAHPUTIH I JAKARTA – Kepolisian akhirnya menetapkan satu tersangka dalam kasus ledakan yang mengguncang SMA Negeri 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (7/11) lalu. Pelaku diketahui merupakan siswa aktif di sekolah tersebut, yang juga menjadi salah satu korban luka dalam peristiwa itu.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri memastikan, siswa yang kini berstatus anak berkonflik dengan hukum (ABH) itu bertindak sendiri tanpa keterlibatan jaringan teror mana pun. “Dari hasil penyidikan sementara, anak tersebut bertindak secara mandiri dan tidak terkait kelompok teror tertentu,” ujar Asep dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Selasa (11/11) sore.
Menurut Asep, polisi telah memeriksa 16 saksi yang terdiri atas guru, siswa, keluarga ABH, serta sejumlah korban. Penggeledahan di rumah pelaku juga dilakukan untuk menelusuri asal bahan peledak yang memicu insiden tersebut.
Peristiwa ledakan yang terjadi di tengah pelaksanaan Salat Jumat itu menimbulkan kepanikan di lingkungan sekolah. Berdasarkan data terbaru, jumlah korban mencapai 96 orang.
“Rinciannya, 67 luka ringan, 26 luka sedang, dan tiga luka berat,” jelas Asep.
Ia menambahkan, jumlah korban bertambah dibandingkan data awal karena beberapa siswa baru melaporkan gangguan pendengaran dan luka ringan beberapa hari setelah kejadian.
Korban mendapat perawatan di empat rumah sakit, yakni RSIJ Cempaka Putih, RS Yarsi, RS Pertamina, dan RS Polri Kramatjati. Hingga Senin (10/11) siang, sebanyak 68 orang sudah dipulangkan, sementara 28 orang masih menjalani perawatan, termasuk satu korban yang kini dirawat di RS Polri.
Sementara itu, terduga pelaku yang sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Islam Jakarta kini dipindahkan ke RS Polri Kramatjati guna memudahkan proses penyidikan. “Pemindahan dilakukan setelah kondisinya stabil dan memungkinkan untuk dimintai keterangan,” kata Asep.
Meski menimbulkan banyak korban, polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Pihak kepolisian masih terus menyelidiki motif dan asal bahan yang menyebabkan ledakan.
Peristiwa yang mengguncang SMA 72 itu menjadi perhatian publik, terutama karena melibatkan pelajar sebagai tersangka. Polisi menegaskan penyidikan akan tetap berjalan dengan mempertimbangkan aspek perlindungan anak sesuai peraturan yang berlaku. (red)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih