Persebaya Siaga Penuh Hadapi Derbi Panas Jatim di GBT

MERAHPUTIH I SURABAYA – Aroma panas tercium semakin tajam di Gelora Bung Tomo (GBT). Sabtu (22/11/2025) sore, Persebaya akan menjamu rival abadi mereka, Arema FC, dalam lanjutan Liga 1 yang sarat gengsi dan tensi emosional. Sejak awal pekan, skuad Bajol Ijo terlihat menggeber latihan dengan intensitas tinggi, seolah tak ingin melewatkan satu detail pun dalam persiapan menuju derbi yang selalu membelah Jawa Timur menjadi dua kubu fanatik.

Pelatih Persebaya, Eduardo Perez, tampak memahami betul apa yang dipertaruhkan di laga ini. Ia menyadari bahwa pertandingan bukan sekadar perebutan tiga poin, tetapi menyangkut marwah klub dan identitas kota.

“Saya mengetahui situasi rivalitasnya. Saya memahami suasana derby besok sore. Saya lupa memberitahumu bahwa Bruno bilang itu pertandingan terpenting tahun ini bagi kami,” ujar Perez dengan raut serius. “Aku tahu betapa pentingnya bagi para pendukung kami. Aku tahu betapa pentingnya bagi kota ini.”

Bagi pelatih asal Spanyol tersebut, seluruh pemain kini dalam kondisi siap tempur. Ia menegaskan bahwa kesadaran akan tanggung jawab besar sudah tertanam kuat di benak setiap elemen tim.

“Kami bekerja keras sepanjang pekan untuk memastikan kami berada pada level tertinggi. Kami tahu pentingnya pertandingan ini. Ya, tentu saja kami tahu betapa pentingnya,” tegasnya.

Secara statistik, Arema FC tengah dalam tren positif di laga tandang. Tim Singo Edan belum tersentuh kekalahan dalam lima pertandingan di markas lawan. Perez mengakui bahwa tim besutan kepala pelatih rival tersebut memiliki modal kuat untuk menciptakan ancaman serius di GBT.

“Kami menghormati semua tim di liga ini,” kata Perez. “Jika Anda melihat dua pertandingan liga kemarin, 11 lawan 11, semua pertandingannya 50-50. Kemarin, akhirnya saat satu tim bermain dengan 10 pemain, otomatis mengubah jalannya pertandingan. Kami menghormati, tentu saja, kami tahu potensi Arema.”

Namun, sebuah catatan historis menempatkan Persebaya dalam posisi lebih percaya diri. Sejak 2022, Arema FC belum mampu mengalahkan Bajol Ijo—baik di Surabaya maupun di luar kandang. Rekor itu tentu menjadi bahan bakar tambahan bagi Green Force untuk kembali menunjukkan dominasi di hadapan Bonek.

Laga bertajuk derbi Indonesia ini diprediksi berjalan sengit, keras, dan penuh tekanan. GBT akan menjadi saksi bagaimana dua klub dengan identitas kuat kembali mengobarkan persaingan klasik mereka. Ribuan Bonek sudah menyiapkan dukungan total, memastikan atmosfer stadion mendidih sejak peluit pertama.

Pertandingan ini bukan hanya sekadar agenda mingguan liga. Ini tentang suara kota, tentang lambang kebanggaan, dan tentang siapa yang berhak angkat kepala lebih tinggi di tanah Jawa Timur.

Persebaya siap. Arema datang dengan status tak terkalahkan. Derby menunggu untuk meledak.

Semua mata tertuju pada Sabtu sore di GBT. Siapa yang keluar sebagai yang terkuat? The battle is on. (red) 

Editor : Redaksi