Khofifah Siapkan Kepgub, Jawa Timur Perkuat Kebersihan Destinasi Wisata hingga Desa Wisata

MERAHPUTIH I JAKARTA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur bergerak cepat menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan kebersihan di kawasan wisata. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan pihaknya tengah menyiapkan Keputusan Gubernur (Kepgub) sebagai payung kebijakan untuk memastikan kebersihan destinasi wisata di berbagai wilayah Jawa Timur terjaga secara berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Khofifah usai menghadiri agenda di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2). Menurutnya, arahan Presiden menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat sektor pariwisata sangat bergantung pada kualitas lingkungan yang bersih dan nyaman.

“Pokoknya kita harus siap untuk melakukan arahan dari Bapak Presiden, dan Pemprov akan menyiapkan Keputusan Gubernur,” ujar Khofifah menjawab pertanyaan wartawan.

Khofifah menjelaskan, penyusunan Kepgub tersebut saat ini tengah dibahas secara intensif oleh Biro Hukum bersama perangkat daerah yang membidangi lingkungan hidup. Kebijakan ini dirancang tidak hanya menyasar destinasi wisata besar, tetapi juga kawasan penyangga dan desa-desa wisata yang selama ini menjadi magnet baru bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Menurutnya, pendekatan yang diambil bersifat menyeluruh dan tidak parsial. Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak ingin kebijakan kebersihan hanya berfokus pada satu atau dua daerah yang sedang disorot, melainkan mencakup seluruh lingkaran destinasi wisata yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.

“Jadi tidak dialamatkan secara khusus ke Banyuwangi, tapi lingkaran-lingkaran di mana banyak wisatawan termasuk adalah desa wisata, semua insyaallah akan tercover. Ini ada keputusan Gubernur yang sedang dibahas hari ini,” katanya.

Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan standar kebersihan yang merata di seluruh kawasan wisata Jawa Timur. Dengan demikian, pengalaman wisata yang didapatkan pengunjung tidak timpang antara satu daerah dengan daerah lain.

Arahan Presiden Prabowo sendiri disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2). Dalam forum tersebut, Presiden menyoroti persoalan sampah yang masih ditemukan di sejumlah pantai di Indonesia, termasuk Pantai Pancur di kawasan Alas Purwo, Banyuwangi, Jawa Timur.

Menanggapi sorotan tersebut, Khofifah mengungkapkan bahwa dirinya langsung berkomunikasi dengan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani untuk memastikan kondisi di lapangan. Dari hasil konfirmasi, diketahui bahwa lokasi yang disorot Presiden berada di luar kewenangan langsung Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

“Iya, jadi saya sudah langsung mengonfirmasi ke Bupati Banyuwangi, kebetulan yang ditayangkan. Menurut Bupati Banyuwangi, kebetulan itu bukan area dalam otoritas kewenangan Pemkab,” kata Khofifah.

Meski demikian, Khofifah menegaskan bahwa komitmen Banyuwangi dalam menjaga kebersihan lingkungan sudah berjalan sejak lama. Kabupaten tersebut dikenal memiliki berbagai program pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang hingga kini masih aktif dan berkelanjutan.

“Jadi kepada semua tim di Jawa Timur saya selalu sampaikan, enggak akan ada wisatawan datang kalau tidak bersih. Banyuwangi itu sampai memberikan berbagai apresiasi bagi mereka yang kampungnya bersih, kemudian lingkungannya bersih. Saya mengikuti persis,” ujarnya.

Selain soal kebersihan destinasi wisata, Khofifah juga merespons arahan Presiden Prabowo terkait pentingnya menjaga dan melindungi situs-situs bersejarah. Dalam rakornas tersebut, Presiden mengingatkan pemerintah daerah agar tidak abai terhadap peninggalan sejarah perjuangan bangsa yang menjadi bagian penting dari identitas nasional.

Presiden bahkan mempertanyakan keberadaan sejumlah situs bersejarah, seperti lokasi Stasiun RRI yang digunakan Bung Tomo saat peristiwa 10 November 1945 di Surabaya, hingga situs-situs peninggalan Kerajaan Majapahit yang disebut-sebut sebagian telah beralih fungsi.

“Saya mau tanya, di mana Stasiun RRI yang digunakan oleh Bung Tomo waktu pertempuran 10 November? Apakah masih ada? Di mana situs-situs Majapahit? Saya dengar ada beberapa yang sudah jadi pabrik saudara-saudara,” kata Presiden Prabowo dalam rakornas tersebut.

Menindaklanjuti hal itu, Khofifah menyatakan telah menginstruksikan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur untuk melakukan verifikasi menyeluruh terhadap lokasi-lokasi yang selama ini diklaim sebagai cagar budaya. Langkah verifikasi dinilai penting agar perlindungan situs sejarah dilakukan secara tepat dan berbasis data yang valid.

“Jadi saya rasa perlu verifikasi. Jadi di RRI selalu menyampaikan bahwa ini adalah cagar budaya, ini juga Bung Tomo di sini. Tetapi bahwa Dinas Budpar Jawa Timur saya juga minta verifikasi yang benar yang di mana,” jelasnya.

Khofifah menegaskan, seluruh arahan Presiden Prabowo akan ditindaklanjuti secara lebih detail dan sistematis, baik terkait kebersihan lingkungan wisata maupun perlindungan situs sejarah. Ia menilai, kedua hal tersebut memiliki keterkaitan erat dalam membangun pariwisata yang berkelanjutan sekaligus berakar kuat pada nilai-nilai sejarah dan kebangsaan.

“Kira-kira apa yang menjadi arahan Bapak Presiden, kita akan tindaklanjuti secara lebih detail,” pungkas Khofifah.(red)

Editor : Redaksi