Muaythai Diproyeksikan Jadi Andalan di PON Bela Diri, Pengprov Jatim Tetap Matangkan Atlet Meski Anggaran Tertahan
MERTAHPUTIH I SURABAYA – Cabang olahraga Muaythai kembali diproyeksikan menjadi salah satu kekuatan utama dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri. Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai Indonesia (MI) Jawa Timur memastikan kesiapan atlet terus dimatangkan, meski menghadapi tantangan keterbatasan anggaran pada awal tahun.
Ketua Pengprov MI Jawa Timur, Baso Juherman, mengungkapkan bahwa Muaythai dipastikan akan mempertandingkan 21 nomor tanding pada PON Bela Diri mendatang. Jumlah ini menyesuaikan dengan nomor tanding yang sebelumnya dipertandingkan di PON Aceh–Sumatera Utara, sekaligus berbeda dengan format nomor di ajang SEA Games.
“Kalau dulu 22 nomor, sekarang menjadi 21. Boran dan Muay Robic tidak dipertandingkan, tetapi kelas 65 kilogram tetap ada seperti di SEA Games,” ujar Baso, usai menghadiri pelantikan dan pengukuhan Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur periode 2025–2029 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (10/2)
Menurutnya, Ketua Umum Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) telah secara langsung menyampaikan usulan tersebut kepada Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman. Langkah ini diambil agar nomor tanding Muaythai di PON Bela Diri tetap konsisten dan tidak merugikan daerah yang telah menyiapkan atlet berdasarkan format PON sebelumnya.
“Pak Ketua Umum PBMI akan membuat surat resmi agar nomor-nomor tersebut tetap dipertandingkan. Prinsipnya sama dengan Aceh dan Sumut,” tegasnya.
Di sisi pembinaan, Baso memastikan bahwa para atlet Muaythai Jawa Timur telah menjalani pemusatan latihan daerah (puslatda) sejak September lalu, tak lama setelah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) berakhir. Meski anggaran pembinaan sempat terhenti pada periode Januari hingga April, semangat latihan para atlet tidak surut.
“Mereka tetap latihan, baik mandiri maupun bersama-sama. Apalagi ada agenda keberangkatan ke Sulawesi Utara untuk persiapan PON Bela Diri, itu jadi pemacu semangat,” jelas Baso.
Pengprov MI Jatim juga memberi kesempatan kepada atlet-atlet baru yang menunjukkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Beberapa atlet peraih medali emas pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa bulan lalu direkomendasikan untuk memperkuat kontingen Jawa Timur.
“Dasarnya Kejurnas. Kalau emas di Kejurnas, pasti kita usulkan. Ada juga yang dari Porprov, tapi yang benar-benar layak berangkat adalah yang bisa membuktikan diri di Kejurnas,” ujarnya.
Menariknya, sistem pembinaan berjenjang tetap diterapkan hingga menjelang PON Bela Diri. Liga Muaythai yang telah dimulai sejak Januari menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga atmosfer kompetisi atlet.
“Liga 1 digelar Januari, Liga 2 April. Setiap tiga bulan ada liga. Ini untuk mengasah kemampuan mereka,” kata Baso.
Bagi atlet elit yang minim lawan di daerah, Pengprov MI Jatim bahkan membuka kelas terbuka dengan mengundang atlet dari provinsi lain. Sistem promosi dan degradasi tetap diberlakukan secara ketat.
“Kalau atlet Porprov atau atlet baru bisa mengalahkan atlet puslatda, maka dia promosi. Atlet puslatda-nya harus siap degradasi. Ini adil dan sehat,” tegasnya.
Meski Muaythai kerap disebut sebagai salah satu cabang unggulan Jawa Timur, Baso menilai hal tersebut justru menjadi tantangan tersendiri. Persaingan ketat dengan daerah lain, khususnya Jawa Barat, menjadi perhatian serius.
“Jawa Barat itu saingan berat. Mereka rutin menggelar training camp di luar negeri. Apalagi sekarang, hasil Rakernas Muaythai membolehkan atlet amatir tampil di level profesional,” ungkapnya.
Dengan dinamika tersebut, Muaythai Jawa Timur dituntut untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kualitas pembinaan. Bagi Baso, PON Bela Diri bukan sekadar target medali, melainkan juga ajang pembuktian sistem pembinaan berkelanjutan yang telah dibangun.
“Ini tantangan buat kita semua. Tapi insyaallah, dengan kerja keras dan pembinaan yang konsisten, Muaythai Jawa Timur siap bersaing dan berprestasi,” pungkasnya.(dpr)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih