Langkah PERSIB Terhenti, Harapan Asia Pupus di GBLA
MERAHPUTIH I BANDUNG – Perjalanan PERSIB di pentas Asia resmi berakhir. Bermain di hadapan ribuan Bobotoh di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Rabu (18/2/2026), Maung Bandung memang menang 1-0 atas Ratchaburi FC pada leg kedua babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2). Namun kemenangan itu belum cukup untuk menutup defisit tiga gol dari pertemuan pertama.
Secara agregat, PERSIB harus mengakui keunggulan wakil Thailand tersebut dengan skor 1-3.
Gol tunggal Andrew Jung pada menit ke-39 sempat membakar semangat stadion. Sundulan tajamnya memanfaatkan umpan matang dari sisi sayap menggetarkan jala tim tamu dan membuka asa kebangkitan. Pada babak pertama, PERSIB tampil menekan, agresif, dan berani mengambil risiko.
Pelatih PERSIB, Bojan Hodak, menilai anak asuhnya sejatinya sudah berada di jalur yang benar—setidaknya selama 45 menit pertama.
“Kami bermain cukup baik di babak pertama. Mereka bertahan cukup dalam, tapi kami bisa mencetak gol dan menciptakan beberapa peluang,” ujar Hodak usai pertandingan.
Dominasi PERSIB di paruh pertama memang terasa. Selain gol Jung, satu gol lain sempat bersarang ke gawang Ratchaburi. Namun wasit menganulirnya karena pelanggaran lebih dulu terjadi di area terlarang. Keputusan itu memicu protes dari para pemain dan sorakan kecewa suporter.
Momentum pun perlahan bergeser.
Memasuki babak kedua, tempo permainan menurun. Ratchaburi tampil lebih disiplin menjaga kedalaman lini belakang. Mereka tak lagi terpancing bermain terbuka. Sebaliknya, PERSIB mulai kehilangan ketajaman dan kesabaran dalam membongkar pertahanan lawan.
Hodak meyakini, andai pertandingan berjalan normal dengan komposisi penuh 11 lawan 11 serta tanpa gangguan keputusan kontroversial, peluang timnya untuk membalikkan keadaan terbuka lebar.
“Kami percaya diri. Jika situasinya berbeda, mungkin ceritanya juga berbeda,” imbuhnya.
Meski demikian, pelatih asal Kroasia tersebut tak menutup mata bahwa kegagalan ini bukan semata ditentukan oleh laga di Bandung. Kekalahan telak 0-3 pada leg pertama menjadi beban berat yang sulit ditebus.
Menurut Hodak, pada pertemuan awal tersebut PERSIB tidak tampil dalam level permainan terbaiknya. Intensitas, konsentrasi, hingga efektivitas permainan jauh dari standar yang diharapkan di kompetisi Asia.
“Masalah utama bukan hanya malam ini. Di leg pertama kami tidak bermain di level yang seharusnya,” tegasnya.
Tersingkir dari ACL 2 tentu menjadi pukulan. Namun musim belum berakhir. Jadwal domestik sudah menunggu di depan mata. Dua pertandingan dalam delapan hari ke depan menuntut kesiapan fisik dan mental seluruh pemain.
Hodak pun langsung mengalihkan fokus timnya ke kompetisi liga. Pemulihan menjadi agenda utama agar performa impresif babak pertama tadi bisa konsisten ditampilkan.
“Sekarang kami fokus di liga. Jika kami bermain seperti di babak pertama tadi, saya yakin kami bisa mendapatkan hasil yang baik,” pungkasnya.
Langkah di Asia memang terhenti. Tetapi bagi PERSIB, perjuangan musim ini masih panjang. GBLA boleh saja sunyi dari anthem Asia, namun semangat Maung Bandung belum padam.(ban)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih