Persebaya Tumbang di Kandang, Rivera: Kekalahan Ini Terasa Menyakitkan
MERAHPUTIH I SURABAYA - Kekalahan yang diderita Persebaya Surabaya di kandang sendiri menyisakan luka mendalam bagi para pemain. Dalam laga pekan ke-28 Super League 2025/2026, Bajol Ijo harus mengakui keunggulan Madura United dengan skor 1-2 di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (17/4) malam.
Gelandang asal Meksiko, Francisco Rivera, menjadi salah satu sosok yang paling merasakan kekecewaan tersebut. Ia tak mampu menutupi rasa pahit usai timnya gagal memaksimalkan keuntungan bermain di hadapan ribuan pendukung sendiri.
Sejak peluit awal dibunyikan, Persebaya sebenarnya tampil dominan. Penguasaan bola mencapai 71 persen menjadi bukti bahwa Green Force mampu mengendalikan jalannya pertandingan. Namun, dominasi itu tak sejalan dengan efektivitas di depan gawang.
Sebaliknya, Madura United tampil lebih efisien. Tim tamu memanfaatkan celah melalui skema serangan balik yang terorganisir dengan baik. Dua gol berhasil mereka lesakkan di masing-masing babak, membuat tuan rumah berada dalam tekanan sepanjang laga.
Persebaya baru mampu membalas lewat gol Riyan Ardiansyah pada menit ke-82. Sayangnya, gol tersebut hanya menjadi hiburan semata dan tidak cukup untuk menyelamatkan tim dari kekalahan.
“Kami sangat kecewa. Kami kecewa karena kalah,” ujar Rivera usai pertandingan.
Pemain berusia 31 tahun itu menilai timnya sudah menjalankan instruksi pelatih dengan baik. Alur permainan pun dinilai sesuai rencana. Namun, masalah klasik kembali muncul: penyelesaian akhir yang kurang tajam.
“Kami mampu mengontrol permainan dan mengikuti rencana dari pelatih. Kami selalu mencoba memberikan yang terbaik,” ungkapnya.
Rivera juga mengakui bahwa strategi lawan sudah terbaca sejak awal. Madura United memilih bertahan dan menunggu momen untuk menyerang balik. Meski peluang sempat tercipta, ketenangan di lini depan menjadi pembeda hasil akhir.
“Kami tahu mereka akan bertahan dan menunggu kesempatan. Kami punya peluang, tapi tidak bisa mencetak gol,” imbuhnya.
Kekalahan ini bukan hanya menyakitkan bagi pemain, tetapi juga bagi suporter. Dukungan penuh dari Bonek dan Bonita di stadion tak mampu diubah menjadi kemenangan. Rivera memastikan bahwa para pemain merasakan kekecewaan yang sama besarnya.
“Kami tahu suporter kecewa. Kami juga merasakan hal yang sama. Kami marah dan kecewa karena sudah bekerja keras sepanjang pekan,” tegasnya.
Hasil negatif ini memperpanjang tren buruk Persebaya yang kini menelan dua kekalahan beruntun. Posisi di klasemen pun ikut terdampak. Dengan koleksi 42 poin, Bajol Ijo tertahan di peringkat keenam dan belum sepenuhnya aman dari kejaran pesaing seperti Persita Tangerang.
Situasi ini memaksa Persebaya untuk segera bangkit. Rivera menegaskan bahwa timnya tidak ingin larut dalam kekecewaan terlalu lama. Fokus kini diarahkan pada laga berikutnya yang tak kalah penting.
“Kami harus bangkit. Minggu depan kami akan bekerja lebih keras dan berjuang 100 persen,” tandasnya.
Tantangan berikutnya sudah menanti. Persebaya dijadwalkan bertandang ke markas Malut United. Laga tersebut menjadi momentum krusial bagi Green Force untuk menghentikan tren negatif sekaligus menjaga asa tetap bersaing di papan atas klasemen.(sub)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih