TKA SD di Jatim Digelar Fleksibel, Partisipasi Nyaris Sempurna
MERAHPUTIH I SURABAYA – Pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) jenjang Sekolah Dasar (SD) di Jawa Timur resmi dimulai pada 20 hingga 30 April 2026. Berbeda dari pola sebelumnya, asesmen tahun ini mengusung skema fleksibel dengan pembagian empat gelombang, memberi ruang bagi sekolah untuk menyesuaikan jadwal berdasarkan kesiapan masing-masing.
Kebijakan tersebut merujuk pada Surat Edaran Kepala BSKAP Kemendikdasmen Nomor 0505/B/F.F4/SK.02.02/2026. Dalam aturan itu, pelaksanaan TKA dibagi ke dalam empat gelombang utama, ditambah satu gelombang khusus bagi peserta program kesetaraan Paket A. Setiap gelombang berlangsung selama dua hari, dengan empat sesi ujian setiap harinya.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menilai pendekatan fleksibel ini sebagai langkah strategis untuk menjaga kualitas pelaksanaan tanpa mengabaikan kondisi riil di lapangan.
“Fleksibilitas ini bukan berarti menurunkan standar, tetapi justru memastikan semua satuan pendidikan dapat melaksanakan asesmen dengan optimal. Prinsipnya, setiap siswa harus mendapatkan kesempatan yang sama,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Dari sisi partisipasi, capaian Jawa Timur tergolong sangat tinggi. Tercatat sebanyak 408.901 siswa atau 99,5 persen dari total 410.959 peserta mengikuti TKA. Sementara itu, hanya 2.058 siswa atau sekitar 0,5 persen yang tidak mengikuti ujian.
Partisipasi juga tercermin di tingkat satuan pendidikan. Sebanyak 18.748 SD atau 99,18 persen dari total 18.903 sekolah turut serta dalam pelaksanaan tahun ini. Sisanya, sebanyak 155 sekolah atau 0,82 persen, belum berpartisipasi.
Menurut Aries, tingginya angka keikutsertaan ini mencerminkan sinergi kuat antara sekolah, tenaga pendidik, serta orang tua dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan dasar.
“Ini bukan sekadar angka, tetapi bukti nyata komitmen bersama dalam mendorong kualitas pendidikan. Data ini nantinya akan menjadi pijakan penting untuk evaluasi dan perbaikan ke depan,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, TKA menguji dua bidang utama. Hari pertama difokuskan pada Matematika dan Numerasi, sedangkan hari kedua menguji Bahasa Indonesia dan Literasi. Untuk memastikan pelaksanaan berjalan lancar, Dinas Pendidikan Jatim juga membentuk posko pemantauan serta melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala.
Aries menegaskan, transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan asesmen ini. Hasil TKA, lanjutnya, tidak hanya menjadi gambaran capaian siswa, tetapi juga dasar dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang lebih tepat sasaran.
“Ke depan, hasil ini akan kami gunakan sebagai dasar penyusunan program peningkatan kualitas pembelajaran. Harapannya, pendidikan di Jawa Timur semakin adaptif dan berdaya saing,” pungkasnya.(pps)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih