Derbi Jatim Tanpa Penonton, Arema FC vs Persebaya Dipindah ke Bali

Pertandingan antara Arema FC dengan Persebaya Surabaya berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali pada Senin (28/4/2025) sore. Foto: Media Persebaya
Pertandingan antara Arema FC dengan Persebaya Surabaya berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali pada Senin (28/4/2025) sore. Foto: Media Persebaya

MERAHPUTIH I MALANG - Laga sarat gengsi antara Arema FC kontra Persebaya Surabaya pada pekan ke-30 Super League dipastikan mengalami perubahan signifikan. Pertandingan yang semula dijadwalkan berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, resmi dipindahkan ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, dan akan digelar pada Selasa (28/4/2026) pukul 15.30 WIB.

Keputusan ini telah dikonfirmasi oleh operator kompetisi I League. Selain perubahan lokasi, pertandingan yang mempertemukan dua kekuatan besar Jawa Timur itu juga dipastikan berlangsung tanpa kehadiran penonton. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari upaya menjaga kondusivitas serta keamanan jalannya laga.

Manajemen Arema FC melalui pernyataan resminya mengimbau seluruh suporter untuk tidak datang langsung ke stadion. “Menatap laga berikutnya, digelar tanpa penonton,” tulis Arema dalam unggahan resminya, sembari mengajak Aremania untuk memberikan dukungan dari rumah melalui siaran langsung.

Atmosfer panas derbi Jawa Timur tetap diprediksi tersaji, meski tanpa riuh rendah suporter di tribun. Pada pertemuan putaran pertama musim ini, kedua tim hanya mampu bermain imbang 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya. Kala itu, Persebaya unggul lebih dulu lewat gol Bruno Moreira, sebelum Arema FC menyamakan kedudukan melalui gol bunuh diri bek Persebaya, Dime Dimov.

Dari sisi klasemen sementara, Persebaya Surabaya berada dalam posisi yang lebih menguntungkan. Tim berjuluk Bajul Ijo kini menempati peringkat keenam dengan koleksi 45 poin, hasil dari 12 kemenangan, 9 kali imbang, dan 8 kekalahan. Posisi tersebut membuka peluang bagi Persebaya untuk terus bersaing di papan atas.

Sebaliknya, Arema FC masih tertahan di peringkat ke-10 dengan raihan 39 poin. Tim berjuluk Singo Edan mencatatkan 10 kemenangan, 9 hasil imbang, dan 10 kekalahan sepanjang musim ini. Meski demikian, Arema datang dengan tren performa yang relatif stabil dalam beberapa laga terakhir.

Performa kedua tim dalam tiga pertandingan terakhir menunjukkan dinamika yang berbeda. Persebaya sempat mengalami inkonsistensi setelah menelan kekalahan dari Madura United dan Persija Jakarta, meski berhasil meraih kemenangan atas Malut United. Tim asuhan Bernardo Tavares kini berupaya bangkit untuk kembali ke jalur kemenangan.

Di sisi lain, Arema FC justru menunjukkan grafik peningkatan. Dalam tiga laga terakhir, mereka sukses mengamankan dua kemenangan atas Persita Tangerang dan Persis Solo, serta menahan imbang Persib Bandung. Hasil tersebut menjadi modal penting bagi Arema untuk menghadapi laga krusial ini.

Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiga poin, tetapi juga menyangkut harga diri dua tim besar Jawa Timur. Meski dimainkan di tempat netral dan tanpa penonton, tensi tinggi dipastikan tetap terasa sejak menit awal. Duel ini menjadi momentum bagi kedua tim untuk memperbaiki posisi sekaligus menjaga gengsi di kancah sepak bola nasional.(mal)

Editor : Redaksi