Raka-Raki Jatim 2026: Kesempatan Jadi Duta Wisata Provinsi
MERAHPUTIH I SURABAYA — Kesempatan emas bagi generasi muda Jawa Timur untuk tampil sebagai duta wisata resmi provinsi segera mencapai batas akhir. Pendaftaran ajang Pemilihan Raka-Raki Jawa Timur 2026 resmi ditutup pada Minggu, 26 April 2026. Momentum ini menjadi pintu masuk bagi anak-anak muda potensial untuk turut ambil bagian dalam promosi pariwisata dan pelestarian budaya daerah.
Ajang Raka-Raki Jatim dikenal sebagai salah satu wadah prestisius yang tidak hanya menonjolkan penampilan, tetapi juga kapasitas intelektual, kepribadian, serta kepedulian terhadap budaya lokal. Tahun ini, kesempatan mengikuti seleksi terbuka diberikan kepada perwakilan dari enam daerah, yakni Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Lumajang, Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Kabupaten Pacitan, dan Kabupaten Pamekasan.
Antusiasme peserta diprediksi tetap tinggi, seiring meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap pentingnya peran promosi pariwisata berbasis kearifan lokal. Terlebih, sektor pariwisata Jawa Timur terus menunjukkan geliat positif pascapandemi, sehingga membutuhkan figur-figur muda inspiratif sebagai ujung tombak promosi.
Untuk dapat mengikuti ajang ini, calon peserta harus memenuhi sejumlah persyaratan yang telah ditetapkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur. Selain faktor usia yang dibatasi antara 18 hingga 24 tahun, peserta juga diutamakan berasal dari kalangan pelajar atau mahasiswa.
Tidak hanya itu, kriteria fisik seperti tinggi badan minimal 173 cm untuk putra dan 163 cm untuk putri dengan berat badan proporsional juga menjadi salah satu syarat. Namun lebih dari itu, aspek kepribadian, kecerdasan, serta kemampuan komunikasi menjadi poin utama dalam proses seleksi.
Peserta juga diwajibkan merupakan putra-putri asli daerah yang dibuktikan melalui dokumen kependudukan, serta belum pernah mengikuti ajang serupa di tingkat provinsi.
Proses Pendaftaran hingga Tahap Seleksi
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui formulir yang telah disediakan panitia. Peserta diwajibkan mengunggah dokumen identitas seperti KTP dan Kartu Keluarga sesuai dengan wilayah asal yang dilombakan.
Setelah tahap administrasi, peserta yang lolos akan mengikuti seleksi lanjutan secara langsung yang dijadwalkan berlangsung pada 27 April 2026 di Graha Wisata Disbudpar Jawa Timur, Surabaya.
Pada tahap ini, peserta akan diuji melalui berbagai aspek penilaian, mulai dari wawasan kepariwisataan, kemampuan public speaking, hingga sikap dan pembawaan diri sebagai representasi duta wisata.
Lebih dari Sekadar Ajang, Raka-Raki Jadi Duta Budaya
Pemilihan Raka-Raki Jawa Timur bukan sekadar kontes pencarian figur terbaik, melainkan juga bagian dari strategi penguatan identitas budaya daerah. Para finalis nantinya diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang aktif dalam mengenalkan potensi wisata, budaya, hingga isu lingkungan kepada masyarakat luas.
Sebutan “Raka” untuk laki-laki dan “Raki” untuk perempuan mencerminkan filosofi kesetaraan peran dalam mempromosikan daerah. Tak hanya itu, busana yang dikenakan para peserta pun menjadi simbol kekayaan budaya Jawa Timur, hasil kolaborasi antara budayawan, seniman, dan desainer lokal.
Para duta terpilih nantinya akan mengemban tugas sebagai representasi resmi Jawa Timur dalam berbagai kegiatan promosi, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional.
Dengan ditutupnya pendaftaran hari ini, harapan kini tertuju pada lahirnya generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki komitmen kuat dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya Jawa Timur di tengah arus globalisasi.(pps)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih