Pemprov Jatim Salurkan BLT DBHCHT Rp2,5 Miliar untuk Buruh Rokok di Surabaya

MERAHPUTIH I SURABAYA - Khofifah Indar Parawansa kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) kepada buruh pabrik rokok di Surabaya. Kali ini bantuan senilai Rp2,508 miliar disalurkan kepada 2.508 pekerja di PT HM Sampoerna Tbk Rungkut II, Sabtu (9/5).

Masing-masing pekerja menerima bantuan sebesar Rp1 juta. Penyaluran tersebut menjadi tahap kedua BLT DBHCHT bagi buruh pabrik rokok di Surabaya pada tahun anggaran 2026, setelah sebelumnya bantuan serupa diberikan kepada pekerja PT Gelora Djaja.

Khofifah menegaskan, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk hadir memberikan perlindungan sosial kepada para pekerja industri hasil tembakau yang selama ini ikut menopang perekonomian Jawa Timur.

“Buruh pabrik rokok memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan industri hasil tembakau sekaligus menggerakkan perekonomian daerah. Karena itu pemerintah harus hadir memberikan perlindungan dan penguatan kesejahteraan bagi para pekerja,” ujarnya.

Menurut Khofifah, BLT DBHCHT bukan sekadar bantuan sosial, melainkan bentuk keberpihakan pemerintah untuk menjaga daya tahan ekonomi keluarga pekerja di tengah meningkatnya kebutuhan hidup masyarakat. Program tersebut juga diharapkan mampu menjaga daya beli sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga buruh.

Pada tahun 2026, penyaluran BLT DBHCHT di Kota Surabaya menyasar 3.841 pekerja di tiga perusahaan rokok dengan total anggaran Rp3,841 miliar. Sementara secara keseluruhan di Jawa Timur, bantuan diberikan kepada 10.324 buruh di 65 perusahaan rokok yang tersebar di 25 kabupaten/kota dengan total anggaran mencapai Rp10,324 miliar melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.

Selain itu, total bantuan sosial Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada 2026 mencapai Rp171,269 miliar, sedangkan Kota Surabaya memperoleh alokasi Rp5,947 miliar termasuk komponen BLT DBHCHT lintas wilayah.

Khofifah berharap bantuan yang diterima para pekerja dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga, pendidikan anak hingga kesehatan. Ia juga mengapresiasi dukungan perusahaan, serikat pekerja, pemerintah daerah dan perbankan yang ikut memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut menjadi bagian dari implementasi program Nawa Bhakti Satya melalui penguatan perlindungan sosial dan kesejahteraan masyarakat pekerja.(sub)

Editor : Redaksi