PERSIB Pincang Hadapi PSM, Hodak dan Dua Pilar Utama Absen
MERAHPUTIH I BANDUNG - Absennya tiga pilar penting menjadi ujian berat yang harus dihadapi PERSIB Bandung saat menantang PSM Makassar pada pekan ke-33 Super League 2025/2026 di Stadion B.J. Habibie, Parepare, Minggu 17 Mei 2026. Di tengah persaingan ketat menjelang akhir musim, Maung Bandung dipastikan tampil pincang tanpa pelatih kepala Bojan Hodak serta dua pemain andalan mereka, Federico Barba dan Luciano Guaycochea.
Ketiganya harus menepi akibat sanksi akumulasi kartu kuning yang diperoleh dalam pertandingan sebelumnya. Situasi tersebut tentu menjadi pekerjaan rumah besar bagi tim pelatih PERSIB mengingat laga kontra PSM diprediksi berlangsung ketat dan sarat tekanan.
Kehilangan Federico Barba menjadi pukulan tersendiri bagi lini belakang PERSIB. Bek asal Italia itu selama musim ini tampil konsisten sebagai tembok pertahanan utama. Saat menghadapi Persija Jakarta di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu 10 Mei 2026 lalu, Barba menerima kartu kuning keempat yang otomatis membuatnya harus menjalani larangan bermain.
Absennya Barba menjadi kali pertama dirinya terkena hukuman akumulasi kartu kuning sepanjang musim ini. Padahal, kehadirannya selama ini sangat penting dalam menjaga keseimbangan pertahanan sekaligus mengatur alur permainan dari lini belakang.
Tidak hanya Barba, PERSIB juga dipastikan kehilangan Luciano Guaycochea atau yang akrab disapa Lucho. Gelandang kreatif asal Argentina tersebut kembali harus menepi setelah mengoleksi kartu kuning yang membuatnya terkena sanksi larangan bermain.
Musim ini, Lucho memang cukup akrab dengan hukuman disiplin. Sebelumnya, ia sudah dua kali absen akibat kartu merah. Kondisi itu membuat PERSIB kembali kehilangan sosok pengatur serangan yang kerap menjadi pembeda di lini tengah.
Tanpa Lucho, kreativitas permainan PERSIB dipastikan akan diuji. Perannya sebagai motor serangan dan penghubung antar lini selama ini menjadi elemen penting dalam skema permainan Bojan Hodak.
Situasi semakin rumit lantaran Bojan Hodak juga tidak bisa mendampingi tim dari pinggir lapangan. Pelatih asal Kroasia itu menerima kartu kuning keenam musim ini sehingga harus menjalani hukuman larangan mendampingi tim.
Ini menjadi ketiga kalinya Hodak absen akibat sanksi disiplin. Sebelumnya, ia sempat tidak berada di bench PERSIB saat menghadapi Malut United di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, pada 14 Desember 2025 dan ketika melawan Madura United di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada 26 Februari 2026.
Absennya Hodak jelas memberi pengaruh besar terhadap mental dan strategi tim. Selama ini, sosoknya dikenal sebagai figur sentral yang mampu menjaga ritme permainan serta memberikan instruksi penting di tengah pertandingan.
Meski diterpa badai absensi, PERSIB tetap dituntut tampil maksimal demi menjaga posisi di papan atas klasemen. Laga tandang ke markas PSM Makassar sendiri bukan perkara mudah. Atmosfer Stadion B.J. Habibie dikenal cukup angker bagi tim tamu, terlebih dukungan penuh suporter tuan rumah dipastikan akan menambah tekanan bagi skuad Maung Bandung.
Dengan kondisi tersebut, kedalaman skuad PERSIB akan benar-benar diuji. Sejumlah pemain pelapis diharapkan mampu tampil menggantikan peran Barba dan Lucho agar keseimbangan permainan tetap terjaga.
Pertandingan kontra PSM pun diprediksi menjadi salah satu laga paling menentukan bagi PERSIB di penghujung musim Super League 2025/2026. Selain mempertaruhkan poin penting, laga ini juga menjadi pembuktian bahwa Maung Bandung tetap mampu tampil kompetitif meski tanpa sejumlah figur sentral mereka.(ban)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih