Hadapi PSM dan Persijap, Umuh Tegaskan PERSIB Wajib Sapu Bersih

Manajer PERSIB Bandung, Umuh Muchtar
Manajer PERSIB Bandung, Umuh Muchtar

MERAHPUTIH I BANDUNG - Meski berada di ambang gelar juara Super League 2025/2026, Manajer PERSIB Bandung, Umuh Muchtar, memilih untuk tidak cepat puas. Ia justru mengingatkan seluruh pemain agar tetap menjaga fokus penuh dalam dua pertandingan terakhir musim ini yang dinilai sangat menentukan perjalanan Maung Bandung menuju tangga juara.

Dua laga penentu tersebut akan dijalani menghadapi PSM Makassar di Stadion B.J. Habibie Parepare pada 17 Mei 2026 dan kontra Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, 23 Mei 2026.

Bagi Umuh, duel melawan PSM menjadi ujian paling krusial. Ia meminta para pemain tidak terlena dengan posisi lawan yang saat ini berada di papan bawah klasemen. Menurutnya, menghadapi PERSIB selalu menjadi pertandingan spesial bagi setiap tim sehingga motivasi lawan dipastikan berlipat ganda.

“Dua pertandingan ini harga mati harus menang. Kalau dengan Makassar sekarang menang, insyaallah kita 90 persen jadi juara,” ujar Umuh.

Pernyataan itu menunjukkan optimisme tinggi manajemen PERSIB terhadap peluang mengangkat trofi musim ini. Namun di sisi lain, Umuh juga menegaskan bahwa euforia tidak boleh muncul terlalu cepat sebelum target benar-benar tercapai.

Ia menilai pengalaman panjang kompetisi sepak bola Indonesia telah membuktikan bahwa posisi klasemen tidak pernah bisa dijadikan ukuran mutlak. Tim yang berada di papan bawah justru kerap tampil lebih agresif saat menghadapi kandidat juara.

Karena itu, Umuh secara khusus meminta pelatih Bojan Hodak untuk terus menjaga mentalitas pemain agar tetap serius dan disiplin sepanjang pertandingan.

“Kalau sudah melawan PERSIB, siapapun suka menyulitkan. Saya tetap pesan ke Bojan juga selalu minta kepada pemain tetap fokus, serius semua dan konsentrasi,” katanya.

Atmosfer perebutan gelar musim ini memang semakin memanas. PERSIB berada dalam posisi menguntungkan, namun tekanan besar juga ikut menyertai setiap laga yang tersisa. Kesalahan kecil bisa berdampak fatal terhadap peluang juara yang sudah berada di depan mata.

Laga tandang ke Parepare diprediksi tidak akan berjalan mudah. Selain menghadapi tekanan suporter tuan rumah, PERSIB juga harus tampil tanpa kehilangan fokus sepanjang 90 menit. PSM dikenal memiliki karakter permainan keras dan agresif ketika tampil di kandang sendiri.

Sementara itu, pertandingan pamungkas melawan Persijap di Bandung berpotensi menjadi panggung penentuan gelar. Dukungan penuh Bobotoh diyakini akan menjadi suntikan moral besar bagi skuad Maung Bandung untuk menuntaskan musim dengan hasil sempurna.

Manajemen PERSIB berharap seluruh pemain mampu menjaga mental juara dan tidak terpengaruh tekanan eksternal. Dengan dua kemenangan tersisa, jalan menuju trofi Super League 2025/2026 diyakini akan semakin terbuka lebar bagi klub kebanggaan Kota Bandung tersebut.

Editor : Redaksi