Bupati Bantul Cek Kesiapan New Normal Obyek Wisata Parangtritis
MERAHPUTIH | YOGYAKARTA - Bupati Bantul Suharsono bersama istri Erna Suharsono memantau kondisi obyek wisata di Pantai Parangtritis yang menjadi tujuan utama wisata pantai di Bantul dan Pantai Depok yang terkenal dengan kuliner seafood.
Pemantauan yang dilakukan orang nomor satu di Bumi Projotamansari di Pantai Depok itu bertepatan dengan uji coba pembukaan kuliner seafood yang lebih dari 2 bulan tutup akibat pandemik COVID-19.
Pantauan di lapangan belum semua rumah makan seafood yang memutuskan untuk buka kembali karena harus mempersiapkan sarana dan prasarana terkait protokol kesehatan.
Meski belum semua rumah makan seafood pantai Depok buka, namun sejumlah wisatawan sudah berdatangan ke Pantai Depok baik yang hanya untuk melihat pantai ataupun ingin menikmati kuliner seafood.
"Ya sudah ada tamu yang santap kuliner seafood dan merupakan tamu langganan kita," kata pemilik rumah makan Seafood Salsabila Pantai Depok, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Dardi Nugroho, Senin (1/6).
Dardi mengaku pada uji coba pembukaan kuliner seafood tak berharap banyak kunjungan wisatawan karena pandemik COVID-19 yang dianjurkan untuk tetap di rumah jika tidak ada keperluan mendesak untuk keluar rumah.
"Makanya tamu yang datangpun merupakan tamu langganan. Kita juga sudah menyiapkan protokol kesehatan dengan menambah tempat cuci tangan dengan sabun, mengharuskan pengunjung menggunakan masker termasuk mengurangi kapasitas meja dan kursi untuk tamu hanya 50 persennya saja, sehingga ada jarak antar tamu," ujarnya.
Sementara Kepala Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Sutopo mengatakan tak mempermasalahkan uji coba pembukaan kuliner seafood di Pantai dengan beberapa syarat diantaranya melaksanakan protokol kesehatan.
"Ya monggo saja kalau buka jika sudah menjadi kesepakatan bersama asal tetap menggunakan protokol kesehatan. Bagi rumah makan seafood yang belum siap ya jangan buka," ujarnya.
Diakuinya saat ini obyek wisata Pantai Depok masih ditutup namun demikian warga sudah terpuruk secara ekonomi akibat penutupan obyek wisata. Namun disisi lain ketika obyek wisata dibuka maka banyak persyaratan yang harus dipenuhi terkait protokol kesehatan.
"Ya ini kan baru sebatas uji coba saja. Jika nantinya pemerintah minta ditutup karena ada penyebaran COVID-19 maka wajib dilaksanakan," ucapnya.
Sementara Bupati Bantul, Suharsono mengatakan keinginan untuk membuka obyek wisata Pantai Parangtritis dan Pantai dengan pertimbangan Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman juga sudah mulai membuka hotel pada pertengahan bulan Juni meski masa tanggap darurat COVID-19 diperpanjang hingga 30 Juni 2020.
"Saat rapat dengan Bapa Gubernur saya minta ijin karena Bantul tidak punya hotel dan punyanya hanya Parangtritis bagaimana kalau dibuka namun mengikuti protokol kesehatan?," kata Suharsono.
"Pak Gubernur mempersilahkan membuka obyek wisata Parangtritis karena kewenangan ada di tangan bupati," tambah Suharsono menirukan ucapan Gubernur DIY," Sri Sultan HB X.
Meski ada lampu hijau dari Gubernur DIY, namun Suharsono sebelum dibuka maka harus dilakukan sosialisasi kepada pelaku usaha di Pantai Parangtritis untuk melaksanakan protokol kesehatan karena jika tidak ada sinergi antara pelaku wisata dengan Pemkab Bantul maka bupati yang nantinya akan menanggung resikonya.
"Jadi harus ada saling sinergi antara Pemkab Bantul dengan pelaku wisata. Mereka bisa membuka usaha namun bisa memutus mata rantai penularan COVID-19 dengan menerapkan protokol kesehatan," ungkapnya.
Terkait hasil pemantauan uji coba pembukaan kuliner seafood di Pantai Depok setiap rumah makan seafood masih perlu penekanan protokol kesehatan seperti menyediakan tambahan tempat untuk cuci tangan, pengurangan meja dan kursi untuk tamu agar ada jarak antar tamu yang santap menu seafood.
"Jadi kalau memang sudah menjalankan protokol kesehatan silahkan buka saja," ujarnya.
Lebih jauh Suharsono juga memastikan hanya akan menghidupkan 1 tempat pemungutan retribusi (TPR) masuk Pantai Parangtritis sehingga wisatawan yang datang tetap akan ada pengukuran suhu badan oleh petugas, termasuk menyiapkan tenaga medisnya.
"Wisatawan yang akan ke Pantai Depok tetap hanya melewati TPR utama Pantai Parangtritis untuk memudahkan pengecekan kesehatan wisatawan. Jalan yang menuju Pantai Depok dari Jalan Parangtritis hanya untuk penduduk lokal saja dan kita tempatkan petugas," terangnya. (hdw/tji)
Editor : Tudji Martudji
Harian Merah Putih