Diduga Melakukan Penganiayaan, Saddil Terancam Dipecat Bhayangkara FC
MERAHPUTIH| JAKARTA- Saddil Ramdani teracam dipecat dari tim Bhayangkara FC (BFC). Pemain kelahiran Muna, Sulawesi Tenggara itu terlibat penganiayaan pada 27 Maret lalu. Penganiayaan terjadi di Kota Kendari. Kasusnya kini ditangani oleh Polres Kendari.
Dinukil dari website resmi BFC, Manajer tim AKBP I Nyoman Yogi Hermawan mengatakan, pihaknya menyerahkan proses hukum Saddil yang juga pernah memperkuat Persela Lamongan itu ke Polres Kendari. “Kami tunggu proses penyelidikannya setelah itu kami akan melakukan rapat dengan manajemen,” tegas Nyoman Yogi.
Andaikan nantinya Saddil lepas dari hukum, sanksi klub juga membayangi pemain yang biasa beroperasi di sayap kiri ini. Menurut Pasal 12 poin 2.a dalam kontrak pemain Bhayangkara FC, kontrak Saddil bisa berakhir jika ia terjerat hukum atau terbukti melakukan pidana.
Sebelumnya, pada Novermber 2018, Saddil juga pernah dilaporkan atas kasus serupa. Saat itu, ia dilaporkan Anugerah Sekar Rukmi, (17), ke Polres Lamongan. Saat itu, Saddil bahkan ditetapkan sebagai tersangka. Namun, pelapor akhirnya mencabut laporan.
Saddil merupakan pemain didikanAji Santoso International Football Academi (ASIFA) Malang. Aji. Berkat tangan dingin Aji, Saddil menjadi pemain langganan tim nasional. Mulai dari kelompok umur hingga timnas senior. Karir profesional pertama Saddil adalah bergabung dengan Persela Lamongan. Ia lalu berlabuh di Pahang FA. Musim 2020, Saddil bergabung dengan tim milik Polri, Bhayangkara FC. (ono/red)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih