Bantuan Paket Jokowi Sebanyak 4.600 Dibagi di Kupang
MERAHPUTIH|JAKARTA- Bantuan Presiden Jokowi untuk masyarakat terdampak Covid-19 hingga kemarin mencapai 4.600 paket. Ini menurut data dari Pemerintah Kota Kupang.
"Sudah mau selesai saat ini. Realisasinya justru sudah mencapai 4.600 lebih paket dari 5.000 paket yang siap disalurkan," kata Kepala Dinas Sosial Kota Kupang Lodywik Djungu Lape kepada ANTARA di Kupang, Jumat.
Ia mengatakan bahwa paket sembako bantuan Presiden itu dibagi-bagikan kepada sejumlah mahasiswa di Kota Kupang dari luar Kota Kupang dan NTT yang tak bisa pulang ke kampung halamannya karena COVID-19.
Selain itu juga menyasar masyarakat di seluruh wilayah Kota Kupang yang benar-benar terdampak oleh pandemi COVID-19 itu dan belum mendapat bantua dari program-program jaring pengaman sosial.
"Kita benar-benar data, siapa-siapa saja yang mendapatkannya, jadi tak sembarang orang yang menerimanya, karena memang bantuan ini diperuntukan bagi orang-orang yang membutuhkan," ujar dia.
Untuk pendataan bagi mahasiswa, ujar dia, Pemkot Kupang bekerja sama dengan organisasi kemahasiswaan di setiap universitas di ibu kota provinsi berbasis kepulauan itu.
Lodywik menambahkan bahwa proses pembagian sembako bantuan presiden itu juga tidak dilakukan ke satu tempat saja, tetapi juga dibagi-bagikan di tempat-tempat tertentu yang memang tidak menimbulkan banyak kerumunan masa.
Iapun pembagiannyapun dilakukan bertahap karena pihaknya tak ingin nanti ada penerima yang sudah mendapatkan bantuan dari BLT justru dapat bantuan sembako dari Presiden.
Sebab, kata dia, untuk bantuan COVID-19 sendiri saat ini masih ada di gudang Dinas Sosial Kota Kupang. Baik itu dari pemerintah Kota Kupang maupun bantuan dari pemerintah pusat.
"Saat ini sedang dilakukan pembagian paket sembako dari pemkot bagi warga kurang mampu di Kota Kupang," ujar dia.
Sampai saat ini khusus untuk bantuan dari pemerintah Kota Kupang, kurang lebih sudah 23 ribu paket sembako yang sudah dibagikan yang tersebar di tiga kecamatan di kota yang dikenal dengan sebutan Kota Karang itu.
Harapannya, bantuan tersebut benar-benar bisa tepat sasaran karena, warga yang terdampak Covid-19 terkadang malu atau enggan mendapatkan bantuan. Sebab, mereka merasa masih mampu bekerja meski penghasilan mereka turun. (jos/ono)
Editor : Eko Yudiono
Harian Merah Putih